Tandai Awal Musim Giling, Pabrik Gula di Blitar Gelar Tradisi Manten Tebu

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Akina Nur Alana
Selasa, 15 Juni 2021 11:29 WIB

Tradisi manten tebu yang digelar untuk menandai awal musim giling tebu di pabrik gula PT Rejoso Manis Indo (RMI) di Desa Rejoso, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar. (foto: ist)

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Tradisi manten tebu digelar untuk menandai awal musim giling tebu di pabrik gula PT Rejoso Manis Indo (RMI) di Desa Rejoso, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar. Dengan dipimpin tokoh adat setempat, ritual mantenan dimulai.

Dua batang tebu dinikahkan dengan prosesi adat Jawa yang kental. Setelah prosesi temu manten, dua batang tebu yang diberi nama Denmas Anggoro dan Nimas Jenar itu diarak di sekitar pabrik sebelum masuk ke penggilingan.

Hery Widarmanto, Manager Factory PT RMI mengatakan, tradisi manten tebu ini adalah bentuk kolaborasi tradisi untuk menghidupkan budaya daerah yang digelar sebagai ungkapan rasa syukur atas dilaksanakannya musim giling tahun ini.

"Selain melestarikan budaya daerah, kami juga memohon agar usaha kami dimudahkan oleh Tuhan," ujar Hery.

Digelar di tengah masa pandemi, tradisi manten tebu dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Selain membatasi tamu undangan, semua yang masuk ke area pabrik harus melalui tiga kali tahap pemeriksaan dan memakai masker atau face shield. Aturan ini juga berlaku bagi para sopir truk yang mengangkut tebu dari petani.

"Kami menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Dari pintu masuk awal kami terapkan protokol kesehatan. Termasuk kepada karyawan pabrik yang sebanyak 60 persen sudah mendapatkan vaksin Covid-19," tegasnya.

Dia menambahkan, pandemi tidak berpengaruh pada musim giling tebu di pabrik gula PT RMI. Karena pada tahun 2020 lalu pun, saat pelaksanaan musim giling sudah terjadi pandemi Covid-19. Bahkan, target giling tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya. Jika tahun lalu targetnya hanya 900 juta ton, maka target giling tahun ini adalah sebanyak 1,2 juta ton tebu.

"Tahun kemarin kita juga musim pandemi. Namun petani tebu tidak terdampak langsung. Apalagi tahun ini musimnya cukup baik, sehingga harapannya hasil panen juga lebih bagus," terangnya.

Proses giling tebu tahun ini dilaksanakan selama 130 hari, yakni mulai 15 Juni 2021 hingga tutup giling yang diestimasikan selesai pada akhir Oktober 2021. Selama musim giling tebu kebutuhan giling sebanyak maksimal 1.000 truk per hari atau setara dengan 8.000 ton tebu. (ina/zar)