Beri Rasa Aman, Gojek Tekankan Vaksinasi Mitra Driver

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Diyah Khoirun Nisa
Selasa, 15 Juni 2021 18:23 WIB

Diskusi "Vaksinasi Industri Transportasi Hadirkan Mobilitas Aman Bagi Masyarakat", Selasa (15/6/2021). (foto: ist)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemulihan laju mobilitas masyarakat dipercaya dapat membantu meningkatkan produktivitas ekonomi negara pascapandemi Covid-19. Hal ini kian mendorong pemerintah untuk menggalakkan program vaksinasi, khususnya bagi sektor transportasi.

Oleh karena itu, sebagai salah satu garda depan transportasi, Gojek berupaya memberikan rasa aman kepada customer saat menggunakan jasa mitra Gojek. Hal ini disampaikan Chief Transport Officer Gojek Raditya Wibowo dalam diskusi "Vaksinasi Industri Transportasi Hadirkan Mobilitas Aman Bagi Masyarakat", Selasa (15/6/2021).

"Hingga saat ini, sudah puluhan ribu mitra Gojek yang sudah melakukan vaksinasi. Kami sudah menyebar di 29 wilayah untuk menjangkau vaksinasi para mitra driver. Kami targetkan 1.800-2.000 per hari. Karena kami ingin para customer yang menggunakan jasa mitra kami merasa aman saat pandemi," ucap pria yang akrab disapa Tito itu.

Tito menjelaskan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk vaksinasi mitra Gojek. "Yang jelas program vaksinasi yang kami push (tekankan), ini upaya terbaru sejak 4 bulan terakhir," katanya.

Sebelumnya, beberapa upaya keamanan saat pandemi telah dilakukan, seperti cek kesehatan, zona nyaman yang ada prokes di ribuan titik Gojek, pembagian hand sanitizer, pemasangan sekat pelindung, dan masih banyak lagi. Tito menegaskan jika dari awal pandemi pihaknya sudah harus mengonsep keamanan biar customer merasa aman.

Dia menerangkan bahwa program vaksinasi ini merupakan hal yang paling penting dan seluruh ekosistem Gojek juga harus tahu pentingnya vaksinasi. "Beberapa waktu lalu, kami ada dialog kopdar lewat online diikuti puluhan ribu driver dan mengundang satgas. Hal ini akan membuka wawasan pada mitra Gojek supaya sadar akan keamanan," terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Director of Center for Policy of Public Management Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) Yudo Anggoro menambahkan, dalam survei yang dilakukan pada 500-an ribu responden, sekitar 70 persen sudah menganggap keamanan itu penting di masa pandemi. Mereka yang ingin keluar rumah harus diiringi dengan prokes yang ketat.

"Artinya, mereka sudah menganggap keamanan saat pandemi itu penting, vaksinasi, prokes, lainnya menjadi perlu mereka ketahui saat mereka akan bepergian dengan melihat siapa lawannya yang akan dijumpai," tandasnya.

"Jadi akses terhadap informasi harus dibuka dan harus transparan. Kalau kita tahu lawan kita sudah divaksin, maka kita akan puas. Hal ini juga bagian dari upaya membantu pemerintah," pungkasnya. (diy/zar)