Pemkot Terus Berintervensi untuk Kembangkan UMKM di Surabaya

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Indrayadi
Rabu, 16 Juni 2021 00:10 WIB

Wali Kota Eri menjadi salah satu pembicara dalam acara Bincang Kompas bertema “Penguatan Ekonomi Kota Surabaya, Mengokohkan UMKM", Senin (15/6/2021).

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjadi salah satu pembicara dalam acara Bincang Kompas bertema “Penguatan Ekonomi Kota Surabaya, Mengokohkan UMKM", Senin (15/6/2021). Acara ini digelar via zoom dan diikuti Wali Kota Surabaya serta menghadirkan beberapa narasumber, yakni Pelindo III, Dosen FEB Unesa hingga pelaku UMKM Surabaya.

Eri menyampaikan, UMKM adalah kegiatan ekonomi yang dapat menunjang perekonomian di Surabaya. Ia berharap dan berkomitmen untuk terus mengembangkan UMKM ini. Apalagi, setelah dilakukan pendataan hingga ke tingkat bawah, ternyata baru diketahui bahwa jumlah total UMKM di Kota Surabaya mencapai 60 ribu lebih atau lebih tepatnya 60.007 UMKM.

“Mereka ada yang terdaftar di dinas sebanyak 13.441 UMKM dan ada pula yang terdaftar di kecamatan sebanyak 45.566 UMKM,” katanya, Selasa (15/4/2021).

Ia memastikan sudah menyiapkan berbagai intervensi untuk terus membangkitkan UMKM itu. Berbagai intervensi itu dilakukan oleh beberapa perangkat daerah terkait yang ada di lingkungan Pemkot Surabaya. Contohnya, Dinas Perdagangan Surabaya yang melakukan pelatihan-pelatihan, memfasilitasi sertifikasi dan memfasilitasi pemasaran.

“Menurut saya keberhasilan Pemkot Surabaya itu ketika para UMKM ini dilatih, mereka bisa melanjutkan usahanya hingga bisa menjadikan dirinya entrepreneur, sehingga UMKM itu bergerak terus,” tegasnya.

Selain Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro juga memberikan berbagai intervensi, mulai dari pendampingan pembukuan atau laporan keuangan hingga pendampingan pemasaran produk. Bahkan, Dinas Kepemudaan dan Olahraga juga ikut andil dalam mengembangkan UMKM ini, salah satunya dengan membuat berbagai pelatihan seperti pelatihan fotografi, broadcaster, untuk mempercantik tampilan sebuah produk.

“Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian juga membantu pemasarannya melalui fasilitas di Dolly Saiki Poin yang memajang berbagai macam produk UMKM Surabaya,” ujarnya.

Di luar program yang sudah dicanangkan, Pemkot Surabaya juga membuat berbagai kegiatan untuk memasarkan produk UMKM ini, seperti pameran virtual expo, lomba promosi produk UMKM, hingga mengajak influencer untuk ikut andil memasarkan produk UMKM ini. Juga sudah dibuat aplikasi E-Local Market yang akan menjual semua produk UMKM Surabaya secara online. Sehingga ke depan semua kebutuhan pegawai Pemkot Surabaya mulai dari pakaiannya dan kebutuhan lainnya bisa beli disana.

Karena keterbatasan pihak Pemkot, maka diharapkan semua stakeholder ikut bahu-membahu dalam rangka mengembangkan UMKM dan perekonomian Surabaya. “Mari kita bersama-sama mengembangkan dan membangkitkan UMKM ini," tutup Eri. (dra/ian)