Atasi Persoalan Banjir, Pemkab Pasuruan Fokus Normalisasi Sungai​

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Ahmad Habibi
Rabu, 16 Juni 2021 16:48 WIB

Upaya Pemkab Pasuruan terkait penanganan banjir akibat pendangkalan sungai pada tahun 2021 masih difokuskan pada kegiatan normalisasi, pengerukan sedimen, dan pembersihan sampah. (foto: ist)

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Upaya Pemkab Pasuruan dalam menangani banjir akibat pendangkalan sungai pada tahun 2021 masih difokuskan pada kegiatan normalisasi, pengerukan sedimen, dan pembersihan sampah. Baik dengan menggunakan alat berat maupun manual, agar fungsi sungai kembali normal.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan, Ir. Misbah Zunib. Ia menyontohkan banjir yang kerap melanda beberapa desa di wilayah Kecamatan Beji lantaran beberapa sungai di sana mengalami pendangkalan. Sehingga pada saat hujan tiba air meluap ke rumah penduduk.

"Ada beberapa sungai di Kecamatan Beji dilakukan normalisasi yakni Sungai Kedungaron di Desa Beji hingga Kelurahan Pagak. Kedua, Kali Kendal di Desa Kedungboto, Kecamatan Beji, dan saluran irigasi Sungai Bekacak di Kecamatan Bangil," ujarnya.

Agar kegiatan normalisasi bisa lebih maksimal, kata Misbah Zunib, digunakan alat berat berupa ekskavator untuk mengangkat endapan lumpur dan sampah yang menumpuk di sepanjang sungai. "Kegiatan normalisasi sudah berjalan sejak sepekan lalu, untuk panjang penanganan di masing-masing sungai bervariatif tergantung kesiapan anggaran yang tersedia," terangnya.

Dia mencontohkan pengerukan di Kali Kendal, direncanakan sepanjang 1 kilometer. Lebar sungainya, akan dinormalkan menjadi 5 meter. "Sungai ini memang berada di perbatasan Kedungboto dan Glanggang," imbuhnya.

Dia menuturkan, normalisasi sungai ini juga bertujuan untuk mengembalikan fungsi jaringan irigasi. "Saluran irigasi ke persawahan warga sangat penting. Sebab, sawah mereka sulit memperoleh air irigasi kala memasuki musim kemarau seperti sekarang," pungkasnya. (bib/par/zar)