Penyebaran Covid-19 di Tuban Dinilai Normal, Meski Alami Tren Meningkat

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Gunawan Wihandono
Kamis, 17 Juni 2021 22:53 WIB

Peta persebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Tuban per 16 Juni 2021.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Perkembangan kasus konfirmasi positif baru Covid-19 di Kabupaten Tuban akhir-akhir ini cenderung meningkat. Imbasnya, Kabupaten Tuban sudah dua pekan lebih ditetapkan menjadi status zona oranye atau risiko sedang.

Dalam sepekan terakhir, setidaknya terdapat belasan kasus konfirmasi baru terjadi setiap harinya. Meski begitu, terjadinya tren peningkatan kasus Covid-19 itu dinilai masih wajar dan normal.

"Perkembangan Covid di Tuban masih berada di batas normal, meskipun terjadi peningkatan. Baik jumlah konfirmasi positif baru dan meninggal dunia terjadi peningkatan," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban, Bambang Priyo Utomo saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com, Kamis (17/6/2021).

Lebih lanjut, berubahnya status Tuban jadi zona oranye disebabkan karena hunian Intensive Care Unit (ICU) yang dimiliki Tuban melebihi 80 persen. Hal itu bukan karena banyaknya pasien, melainkan ruang ICU yang dimiliki hanya 8 ruangan. Sementara pasien yang dirawat sebanyak 5 orang.

Ke depan pihaknya akan menambah 6 ruang ICU baru lagi dari RSNU dan RS Ali Manshur di Kecamatan Jatirogo.

"Minimal harus punya 20 ruang ICU. Saat ini kita baru punya 8 ruang ICU, nanti ditambah dari RSNU 2 ruang dan Ali Manshur 4 ruang, jadi total ada 14 ruang ICU. Kalau sudah ada 14 ruang ICU dan hunian 5 orang prosentasenya 45 persen," ujar Bambang.

Ia berharap, agar tren menurun sebaiknya masyarakat selalu mematuhi prokes Covid-1. Mulai rajin cuci tangan, selalu menggunakan masker, menjaga jarak, hindari kerumunan dan tidak memobilisasi massa. Upaya itu sangat penting mengingat proses vaksinasi belum sepenuhnya berjalan maksimal.

"Mari kita tertib mematuhi prokes, jangan sampai kita abai," pinta mantan Kepala Puskesmas itu.

Sementara itu, berdasarkan peta persebaran kasus Covid-19 per 17 Juni 2021, jumlah komulatif sebanyak 3893 kasus, sembuh 3386 orang, dirawat 78 pasien, dan meninggal dunia sebanyak 429 orang. (gun/ian)