Begini Cara Bupati Arifin Ciptakan 100 Desa Wisata di Trenggalek

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Herman Subagyo
Sabtu, 19 Juni 2021 18:47 WIB

Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin.

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin berupaya mewujudkan 100 desa wisata selama dirinya menjabat sebagai Bupati Trenggalek. Untuk merealisasikan target tersebut, Bupati Arifin meminta pada tiap OPD (Organisasi Perangkat Daerah) menjadi pengampu untuk 1 desa wisata.

"Kita menginginkan setiap OPD nanti minimal mengampu atau mengadopsi 1 desa wisata," kata Arifin di Gedung Balai Benih Ikan Trenggalek, Selasa (15/6).

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek Sunyoto melalui Kepala Bidang Destinasi Wisata Tony Widianto memaparkan cara Bupati Arifin dalam mewujudkan 100 desa wisata.

Menurut Tony, Bupati Arifin menargetkan minimal tercipta 35 desa wisata per tahun. "Jadi tahun pertama ini kita ciptakan 35 desa wisata terlebih dulu, dan nanti di tahun kedua 35 dan di tahun ketiga 30 desa wisata," katanya, Sabtu (19/6).

Tony mengatakan, pembentukan 35 desa wisata di tahun pertama didasarkan pada potensi, daya tarik destinasi wisata, dan sebaran wilayah desa wisata yang merata. Tujuannya untuk membentuk pola perjalanan wisata dalam satu wilayah kecamatan.

"Jika berjauhan itu akan susah membentuk paket perjalanan wisata. Nah, kami mulai dari yang paling berdekatan dulu," jelasnya.

Dikatakan oleh Tony dalam upaya menciptakan desa wisata ini, pihaknya juga melakukan komunikasi dengan pihak pemerintah desa, pegiat wisata, tokoh masyarakat, dan siapa pun yang memiliki kepedulian dengan pengembangan wisata.

"Meski demikian, pengembangan desa wisata itu nanti tergantung dari kondisi masing-masing desa wisata, mulai dari daya tarik desa wisata, kemudian kelembagaan, dan komitmen," ujarnya.

Sementara terkait permintaan bupati agar tiap OPD menjadi pengampu satu desa wisata, Tony menjelaskan, bahwa hal itu dilakukan untuk memberikan kelonggaran pada tiap OPD agar bisa memunculkan ide kreatif tentang penciptaan 100 desa wisata.

"Pak bupati itu membebaskan supaya ada ide kreatif dari masing-masing OPD, tentu saja disesuaikan dengan tupoksinya," katanya.

Lanjut Tony, ide kreatif dari masing-masing OPD tersebut tidak bisa diartikan bahwa tiap OPD nantinya harus mendampingi terciptanya desa wisata secara penuh. Sebab, pengelolaan desa wisata tetap menjadi tugas pokok dari Dinas Pariwisata Trenggalek.

Dalam upaya menciptakan desa wisata oleh tiap-tiap OPD, menurut Tony, Bupati Arifin menekankan tiga hal. Pertama, ASN harus memiliki semangat untuk melayani; kedua, punya semangat kolaborasi; dan ketiga, kinerjanya terukur.

"Jadi ketika OPD itu membuat inovasi di masing-masing desa wisata, diharapkan SDM-nya memiliki semangat. Misalkan produknya sudah jadi di salah satu desa, OPD itu harus menunjuk SDM yang bisa menjelaskan tentang konsep itu," tambahnya.

Ia memberikan contoh tentang desa wisata yang diampu oleh masing-masing OPD. "Misalkan Dinas Pertanian, bisa mengampu desa wisata di bidang pertanian. Kemudian Dinas Perikanan mengampu desa wisata dalam dunia budi daya ikan, dan lain sebagainya," pungkasnya. (man/rev)