BPR Jwalita Trenggalek Raih Penghargaan Top 100 dari The Finance

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Herman Subagyo
Minggu, 20 Juni 2021 21:17 WIB

Dwi Fraidianriani saat terima penghargaan. foto: HERMAN/ BANGSAONLINE

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Di bawah komando Bupati Arifin, Kabupaten Trenggalek terus meraih penghargaan. Dalam dua pekan terakhir ini, Trenggalek meraih predikat WTP dari BPK serta juara 2 nasional pengelolaan perpustakaan.

Terbaru, salah satu aset milik Pemkab Trenggalek, yakni PT BPR Jwalita meraih penghargaan top 100 dari The Finance.

Direktur Utama PT BPR Jwalita, Dwi Fraidianriani mengatakan, penghargaan itu diserahkan pada 18 Juni lalu di Hotel Royal Ambarukmo Yogyakarta.

"Jadi, itu yang menyelenggarakan pihak The Finance bekerja sama dengan Perbarindo (Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia)," kata Dwi melalui sambungan telepon, Minggu (20/6).

Disampaikan oleh Dwi, terdapat tiga kategori dalam pemberian penghargaan terhadap top 100 BPR. Kategori pertama BPR yang memiliki aset di bawah Rp 35 miliar, kedua BPR yang memiliki aset Rp 35 miliar hingga Rp 100 miliar, dan kategori ketiga Rp 100 miliar ke atas.

"Nah, BPR Jwalita masuk dalam kategori aset yang 35 miliar sampai Rp 100 miliar," kata Dwi.

Menurutnya, BPR Jwalita dinilai mengalami pertumbuhan yang cukup baik selama tiga tahun secara berturut-turut. Sehingga berhasil mendapatkan penghargaan dari The Finance. "Itu didasarkan pada laporan keuangan BPR (Jwalita) dari tahun 2018 sampai tahun 2020," jelasnya.

Ia juga menyampaikan, pada penghargaan The Finance ini BPR Jwalita berhasil menyisihkan ribuan BPR se-Indonesia. Karena itu, ia bersyukur atas raihan prestasi tersebut. Sebab, banyak sekali BPR di Indonesia yang mengalami penurunan laba karena mengantisipasi adanya kredit macet akibat dari pandemi Covid-19 saat ini.

"Alhamdullilah, untuk BPR Jwalita Trenggalek masih eksis, masih tumbuh, karena terbukti pendapatan BPR Jwalita di tahun 2020 justru mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya " ungkapnya.

"Peningkatannya itu kalau dari sisi aset tumbuhnya di atas 20 persen," tambahnya. (man/ian)