Talkshow Konvensi Capres NU 2024 Dibatalkan Mendadak

Editor: tim
Senin, 21 Juni 2021 07:37 WIB

Mabroer MS

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Talkshow Konvensi Capres NU 2024 yang rencananya digelar di sebuah TV tiba-tiba dibatalkan mendadak. Ketua Tim Konvensi Capres NU Mabroer MS saat dihubungi wartawan mengaku tak tahu kenapa program yang kini banyak mendapat perhatian warga NU itu dibatalkan sepihak.

"Saya malah nggak tahu. Itu urusan internal TV-nya,” ungkap Mabroer MS kepada BANGSAONLINE.com, Senin (21/7/201). Ketika ditanya apa benar ada tekanan dari elit tertentu seperti yang berkembang belakangan ini, Mabroer tetap tak mau menjawab.

Seperti diberitakan, Konvensi Capres NU 2024 yang diinisiasi anak-anak muda NU itu terus menggelinding. Konvensi Capres NU 2024 itu digelar oleh anak-anak muda NU di luar struktural PBNU. Mereka mengatasnamakan Tim Sembilan. 

“Kalau PBNU atau NU struktural malah gak boleh menggelar Konvensi Capres, karena khitah NU melarang terlibat politik praktis,” kata Mabroer. Menurut dia, ide itu selain untuk menyehatkan kembali demokrasi juga agar capres NU tak dimonopoli oleh kader tertentu tapi bisa diikuti semua kader dan warga NU yang punya potensi.  

Ternyata, kata Mabroer, respons publik sangat bagus, terutama warga NU. Bahkan, kata dia, mayoritas warga Nahdliyin mendukung kegiatan tersebut. Tapi justru ada sejumlah elit yang merasa keberatan dengan kegiatan tersebut.

"Ya itu multitafsir mas," elaknya saat ditanya tentang kemungkinan adanya pihak-pihak yang terganggu dengan kegiatan Konvensi Capres NU ini.

Mabroer menegaskan, dengan pembatalan acara tersebut justru semakin membenarkan asumsi sahabat-sahabat dari Tim Sembilan bahwa kegiatan konvensi ini memang sangat dibutuhkan warga NU.

"Agar NU bisa hadir dalam mengawal dan merawat NKRI dengan basis pemahaman keagamaan Islam yang toleran dan moderat. Dengan jumlah warga NU yang hampir mencapai 50% dari total populasi umat Islam, bukankah itu potensi yang sangat besar dan strategis?," katanya.

Menurut dia, konvensi ini merupakan realisasi dari penghayatan terhadap Sembilan Pedoman Berpolitik warga NU yang diamanatkan dalam Muktamar NU ke XVIII di Krapyak, Yogyakarta tahun 1989. Salah satu spirit dari Sembilan Pedoman tersebut adalah seruan agar warga NU harus aktif dan pro aktif dalam percaturan politik dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Lebih dari itu juga tetap mendasari seluruh aktifitas politiknya itu dengan etika dan akhlak mulia.

"Dengan kata lain, warga NU boleh di mana-mana pilihan politiknya, tapi pengurus NU tidak boleh ke mana-mana karena mandatnya sebagai pengurus itu melayani kebutuhan umat di berbagai bidang, khususnya pendidikan, kesehatan dan dakwah," terang Mabroer.

Dari situlah Mabroer menyesalkan tindakan dari segelintir oknum yang tidak mau membaca aspirasi warga NU yang selama ini tersumbat. "Apalagi cara-cara yang dilakukan itu tidak 'educated' dan menabrak prinsip-prinsip demokrasi. Yang lebih fatal lagi justru terkesan menafikan amanat Muktamar NU yang ke XVIII itu," sesalnya. 

Sementara beberapa kader NU di Jatim menyayangkan pembatalan talkshow itu. "Wah sayang ya. Saya sudah siap ngeshare videonya," kata Suhri, warga NU di Lumajang Jawa Timur.

Sikap senada disampaikan seorang gus di Jombang. "Iyo sakjane iku apik. Laopo dibatalno (Ya, sebenarnya itu bagus. Kenapa dibatalkan)," kata aktivis NU tersebut. (tim)