Puluhan Warga Desa Sukowiyono Ngawi Alami Keracunan Usai Santap Nasi Kotak Hajatan

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Zainal Abidin
Senin, 21 Juni 2021 20:13 WIB

Petugas mengecek warga desa yang diduga mengalami keracunan usai menyantap nasi kotak yang didapat dari acara hajatan.

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Puskesmas Padas Kabupaten Ngawi disibukkan dengan terjadinya kejadian luar biasa (KLB), di mana ada puluhan warga Desa Sukowiyono mengalami keracunan, Senin (21/06).

Informasi yang dihimpun, puluhan warga itu keracunan usai menyantap nasi kotakan yang didapat saat menghadiri acara hajatan yang digelar Supartono, warga setempat, untuk memperingati 3 bulan kelahiran anaknya, Minggu (20/06) kemarin. Sedangkan Supartono sendiri memesan nasi kotak dari catering yang ada di Desa Sambiroto, Kecamatan Padas.

"Kemarin salah satu warga desa menggelar hajatan tasyakuran kelahiran anaknya. Dan tuan rumah memesan nasi kotak dari catering tetangga desa," jelas Serda Sigit, Babinsa setempat.

Gejala yang dirasakan puluhan warga usai menyantap nasi kotak tersebut adalah sakit perut dan buang air besar (BAB) berulang kali. Bidan desa setempat yang mendapatkan tentang informasi tersebut, langsung melakukan pertolongan pertama dengan melakukan pemeriksaan dan melarikan korban ke Puskesmas Padas untuk mendapatkan perawatan.

"Sekitar pukul 23.00 WIB saya mendapat kabar bahwa beberapa warga mengalami sakit perut. Yang ternyata banyak bukan satu dua saja," terang Galuh Wigati, bidan desa setempat.

Hingga Senin (21/6) pagi, diketahui ada sebanyak 43 warga Desa Sukowiyono mengalami keluhan yang sama dan dilarikan ke Puskesmas Padas untuk mendapatkan pertolongan.

"Saya setelah makan nasi kotak dari yang punya hajatan terus merasakan sakit perut. Dan saya berulang kali ke belakang buang hajat (BAB)," urai Jarwati (40) salah satu warga.

Petugas dari Puskesmas Padas bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas telah melakukan pengecekan ke Desa Sukowiyono. Kini kasus tersebut ditangani oleh Polres Ngawi.

"Tadi dari petugas Polres Ngawi sudah mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan dari warga," pungkas Serda Sigit. (nal/rev)