Selama Pandemi, Kasus Penyalahgunaan Narkotika di Tuban Meningkat

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Gunawan Wihandono
Selasa, 22 Juni 2021 20:18 WIB

Kepala BNNK Tuban AKBP I Made Arjana. (foto: ist)

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Tuban menyebut penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Tuban meningkat selama pandemi Covid-19.

Hal ini diakui Kepala BNNK Tuban AKBP I Made Arjana. Meski, dirinya tidak bisa menyebutkan angka pasti maupun persentasenya.

"Saya tidak punya data pastinya. Yang jelas, ada peningkatan cukup signifikan. Beberapa pengguna telah kita rehabilitasi, karena dia sebagai korban," ungkap AKBP I Made Arjana, Selasa (22/6/2021).

Dirinya menyebutkan, wilayah perkotaan dan pesisir utara Tuban menjadi daerah yang banyak ditemukan kasus penyalahgunaan obat terlarang tersebut. Hal itu, dibuktikan dengan ditemukannya pengguna ketika petugas melakukan razia tempat hiburan malam.

"Tidak bisa dipastikan daerah mana yang betul-betul rawan, karena itu fluktuasi. Tapi wilayah pinggiran kota masih menjadi lokasi rawan terjadi penyalahgunaan narkotika," imbuhnya.

I Made menjelaskan, sesuai Undang-Undang tentang Narkotika tahun 2009, penyalahguna merupakan orang yang menggunakan narkotika tanpa hak atau melawan hukum atau orang yang menggunakan narkotika untuk kepentingan sendiri dapat direhabilitasi.

"Pengguna dan pengedar beda. Karena sebagai pengguna tidak dapat diproses hukum karena sebagai korban, sehingga cukup mengikuti program rehabilitasi," jelasnya.

Meski begitu, masyarakat masih enggan untuk mengikuti rehabilitasi secara sukarela, karena stigma negatif di masyarakat bagi pecandu narkoba adalah perbuatan kriminal. Sayangnya, para pecandu yang ditemukan selama ini tergolong berusia produktif.

"Yang pelajar tidak ada, rata-rata mereka yang sudah bekerja," tutup I Made. (gun/zar)