Dewan Ingatkan Pemprov Jatim Prioritaskan Vaksin untuk Pondok Pesantren

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
Rabu, 30 Juni 2021 01:26 WIB

Hj. Anik Maslachah, S.Pd., M.Si, Wakil Ketua DPRD Jatim. foto: istimewa

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Lonjakan Covid-19 di Jawa Timur membuat banyak pihak prihatin. Terlebih munculnya Covid-19 varian Delta yang turut menyerang anak-anak. Karena itu, Wakil Ketua DPRD Jatim, Anik Maslachah mengingatkan Pemprov Jatim agar memprioritaskan juga vaksin untuk pondok pesantren (ponpes).

Menurut Anik, para santri dan pengajar yang ada di pesantren perlu mendapat perlindungan vaksin. Hal itu seiring dengan hampir 100 persen aktivitas santri di pondok berjalan.

"Saya mengingatkan pemprov agar pondok pesantren juga perlu diberi prioritas untuk vaksinasi. Apalagi proses belajar-mengajar di pesantren sudah berjalan," tutur pimpinan DPRD Jatim perempuan pertama di era reformasi ini, Selasa (29/6/2021).

Penasihat Fraksi PKB DPRD Jatim itu mengungkapkan, salah satu faktor pentingnya pondok pesantren menjadi prioritas karena jumlah anak dalam satu kamar bisa di atas 10 orang. Setiap hari mereka pun harus melakukan aktivitas bersama, mulai dari tidur, mengaji, salat berjamaah, dan makan.

Selain itu, lanjut Anik, ada beberapa pondok pesantren yang ustadz atau gurunya tidak standby (siaga) di lingkungan pondok. Terlebih pondok yang di dalamnya ada sekolah, karenanya harus ada satgas di kompleks pondok pesantren.

"Perlu ada satgas di dalam kompleks pondok agar koordinasi penanganan cepat, baik ke pihak nakes maupun pemerintah. Meski vaksin sudah diberikan, tetap protokol kesehatan harus di jalankan," kata Anik.

Diakui Anik, dari sisi kemampuan anggaran dan aturan tidak ada persoalan yang berarti. Bahkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga memiliki good will yang sama dengan kalangan DPRD Jatim.

"Jadi yang perlu dipersiapkan adalah menyiapkan SDM untuk vaksinasi agar bisa tepat sasaran dan tepat waktu. Mengingat, vaksinasi nantinya juga akan menyasar anak-anak muda, termasuk pelajar, santri dan pengajar," ungkapnya. (mdr/ian)