Sambut PPKM Darurat, Kiai Asep dan Kiai Mojokerto Doakan Khofifah dan Jokowi

Editor: mma
Sabtu, 03 Juli 2021 09:56 WIB

Suasana salat malam dan istighatsah di Masjid Kampus Institut Pesantren KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto, Jumat (2/7/2021) tadi malam. foto: bangsaonline.com

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim istiqamah melakukan upaya spiritual untuk membantu pemerintah menangani dan melenyapkan Covid-19 dari bumi Indonesia bahkan dunia. Apalagi Pemerintah Indonesia kini sedang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai hari ini, Sabtu (3/7/2021). Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto itu mengundang para kiai di kawasan Kabupaten Mojokerto untuk salat malam dan istighatsah di Masjid Kampus Institut Abdul Chalim (IKHAC) Pacet Mojokerto, Jumat (2/7/2021) malam.

“Kita berdoa untuk diri sendiri dan juga untuk Covid-19, semoga segera dilenyapkan dari Indonesia, khususnya Jawa Timur dan Mojokerto,” ajak Kiai Asep Saifuddin Chalim kepada para kiai dan nyai yang duduk secara berjarak di Masjid Kampus IKHAC. Salat malam itu kemudian ditutup dengan salat witir 3 rakaat dengan 2 kali salam.

Salat malam dan istighatsah itu dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dan berakhir pukul 10.45 WIB. Kiai Asep memimpin langsung salat malam 12 rakaat dan 6 salam yang referensinya berasal dari kitab Ihya Ulumiddin karangan Hujjatul Islam Imam al-Ghazali itu.

Kiai Asep minta pemerintah Indonesia – teruma Menteri Kesehatan – tidak hanya berorientasi pada vaksin impor tapi juga mengakomodasi temuan-temuan obat-obatan asli Indonesia yang sudah diuji secara klinis, baik herbal maupun suplemen kesehatan probiotik yang belakangan ini kian banyak dan efektif untuk menyembuhkan pasien terserang Covid-19.

Kiai Asep bahkan langsung memberikan air mineral yang dicampur suplemen kesehatan probiotik kepada semua kiai dan nyai yang hadir. Namun minuman itu didoakan lebih dulu sesuai Hadits Nabi Muhammad SAW. “Baca Bismillah, Fatihah, dan surat Al-Ikhlas,” kata Kiai Asep yang kemudian diikuti para kiai.

Saat memimpin doa, Kiai Asep berdoa semoga kita semua diselamatkan dari penyakit menular dan malapetaka, disamping Indonesia murah sandang murah pangan dan doa-doa lainnya.

Secara khusus Kiai Asep mendoakan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dan Wakil Bupati Muhammad Al-Barra (Gus Bara). Kiai Asep juga mendoakan Presiden Jokowi dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Kiai fasih Bahasa Arab dan Bahasa Inggris itu berdoa dalam Bahasa Indonesia yang diamini secara khusuk oleh para kiai dan nyai yang hadir.

Kiai Asep medoakan Presiden Jokowi diberi kekuatan dan sukses memimpin Indonesia dengan penuh keadilan, kemajuan, dan kemakmuran.

Begitu juga untuk Gubernur Khofifah. Kiai Asep berdoa, semoga Ibu Khofifah sukses memimpin Jawa Timur dengan penuh keadilan, kemajuan, dan kemakmuran. Hanya saja ada doa spesifik buat Khofifah yang ia juluki sebagai Putri Jawa Timur dan Putri Muslimat itu.

“Semoga Allah terus memperbaiki akhlaknya dan menjadikan Ibu Khofifah sebagai pemimpin nasional. Semoga jadi presiden Indonesia,” ujar Kiai Asep khusuk. Suara para kiai dan nyai yang mengamini langsung meninggi dan bergemuruh “Amin….,” teriak para kiai dan nyai.

Kiai Asep memang kiai terdepan dan paling awal mendorong Khofifah menjadi calon presiden RI. Bahkan sejak kampanye pilgub Jatim doa Kiai Asep bergema di mana-mana, terutama di arena kampanye. Bahwa setelah terpilih jadi gubernur Jawa Timur ia berdoa semoga Khofifah jadi presiden RI.

Semangat besar Kiai Asep mendorong Khofifah jadi Presiden bukan tanpa alasan. Menurut Kiai Asep, Khofifah selain punya pengalaman di legislatif dan eksekutif juga cakap dan tanggap dalam merespons masalah.

“Gus Dur mengatakan Bu Khofifah adalah menteri serba bisa. Sedang Gus Sholah pernah mengatakan bahwa saat ini Khofifah adalah tokoh Indonesia terbaik,” kata Kiai Asep.

Begitu juga di lingkungan NU. Menurut Kiai Asep, di antara kader dan tokoh NU yang duduk di PBNU dan PKB hanya Khofifah yang layak maju sebagai calon presiden. Kiai Asep menyebut satu per satu nama tokoh dan kader NU yang duduk di jajaran struktual PBNU dan PKB. Nama Khofifah yang paling layak menjadi calon presiden RI.

“Bu Khofifah yang bisa mewakili idealisme kita,” kata Kiai Asep. Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu mengatakan bahwa hidup adalah pertarungan dominasi idealisme.

“Dan Bu Khofifah representasi idealisme kita,” kata Kiai Asep penuh semangat. 

Idealisme yang dimaksud Kiai Asep adalah meneruskan cita-cita para pendiri negara Indonesia untuk mewujudkan Indonesia maju, adil dan Makmur. Selain itu tentu saja untuk menjaga dan mengembangkan paham Ahlussunnah Waljamaah An-Nadhliyah di bumi Indonesia bahkan dunia. (mma)