Polda Jatim Rutin Semprotkan Cairan Disinfektan di Sejumlah Jalan Protokol Kota Surabaya

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Anatasia Novarina
Senin, 05 Juli 2021 21:17 WIB

Jajaran Samapta dan Brimob Polda Jawa Timur melakukan penyemprotan cairan disinfektan di sejumlah jalan protokol Kota Surabaya, Senin (5/7/2021) sore.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tingginya kasus Covid-19 di Jawa Timur, termasuk Kota Surabaya, membuat jajaran Samapta dan Brimob Polda Jawa Timur rutin melakukan penyemprotan cairan disinfektan. Seperti yang dilakukan Senin (5/7/2021) sore, di sejumlah jalan protokol Kota Surabaya.

Berangkat dari Mapolda Jatim, 2 unit Water Cannon milik Samapta dan Satbrimob Polda Jatim melakukan penyemprotan disinfektan.

Dimulai dari Jalan Ahmad Yani, Raya Darmo, Basuki Rahmat (depan Mal Tunjungan Plaza), Blauran, Siola Jalan Tunjungan, Jalan Pemuda (depan Grahadi), dan kembali ke Jalan Darmo (depan Taman Bungkul) dan kembali ke Mapolda Jatim.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko menyebutkan, penyemprotan cairan disinfektan ini dilakukan rutin.

"Polda Jatim tidak hanya melakukan penyekatan di perbatasan selama penerapan PPKM Darurat. Selain itu juga melakukan penyemprotan cairan disinfektan di sejumlah ruas jalan protokol di Surabaya," kata Gatot, Senin (5/7/2021) malam.

Ditambahkan Gatot, kegiatan ini juga dilakukan oleh seluruh Satuan Wilayah (Satwil) Jajaran Polda Jatim. "Rute penyemprotan selalu berubah dan tidak selalu rute yang sama, dan di semua jalan yang ada di Surabaya maupun daerah lain juga dilakulan penyemprotan disinfektan," pungkasnya.

Selain menggunakan dua unit Water Cannon, penyemprotan juga dilakukan menggunakan mobil Gegana Dekontaminasi Kimia Biologi Radioaktif. Petugas saat melakukan penyemprotan juga dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD).

Diharapkan kepada masyarakat Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya, tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Dan juga menerapkan 5M, Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi. (ana/ian)