Tangkal Wabah Corona, Takmir Masjid di Sumenep Doa Bersama Tiup Kepala Kambing

Editor: Tim
Kamis, 08 Juli 2021 11:28 WIB

Warga meniup kambing di Masjid Al Istikmal, Desa Kaduara Timur, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep Madura, Kamis (8/7/2021). foto: Agus Salimullah/ Bangsaonline.com

SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Meluasnya penyebaran Covid-19 di tanah air, termasuk di Pulau Madura, disikapi serius jajaran pengurus Takmir Masjid Al Istikmal, Desa Kaduara Timur, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep dengan menggelar doa bersama dan penyembelihan kambing jantan di area masjid setempat.

Ketua Takmir Masjid Al Istikmal, H. Fathorrohman mengungkapkan, dasar disepakatinya kegiatan ini karena mengacu dari keterangan Imam Assyuti dalam kitabnya Ar Rohmah. Menurutnya, bahwasanya di zaman Nabi Isa, sekitar sepertiga dari separuh umat Nabi Isa terkena wabah dengan kematian sebanyak 16 ribu orang per harinya.

"Jadi doa bersama ini digelar untuk keselamatan bersama. Semoga kita terhindar dari wabah Covid-19 maupun dari tha'un seperti di zaman Nabi Isa," ujar H. Fathorrahman kepada BANGSAONLINE.com, Kamis (8/7).

Setelah diketahui ada wabah tha'un di zaman Nabi Isa, Rasulullah langsung bersujud kepada Allah dan bertanya apakah umatnya akan mengalami nasib serupa dengan umat Nabi Isa. Kemudian Allah melalui Malaikat Jibril memberi tahu Rasulullah bahwa umatnya tidak akan ditimpakan wabah serupa dan disarankan membaca doa khusus dan meniupkannya di kepala hewan jantan yang akan disembelih. 

"Khusus di Masjid Al Istikmal, berdasarkan ketersediaan dana yang ada, maka hasilnya cukup membeli dua ekor kambing," terang Fathorrahman.

Menurut Fathorrahman, agar terhindar dari wabah tha'un ini, warga wajib mengonsumsi daging hewan yang sudah didoakan dan disembelih walau dengan porsi yang tidak banyak.

"Sifatnya wajib mengonsumsi walaupun tidak boleh makan daging kambing. Tapi dengan porsi sedikit," pungkasnya.

Doa bersama dipimpin langsung Ustadz Dr. Durhan, Sekretaris Takmir Masjid Al Istikmal. Usai doa bersama, para peserta meniup kepala masing-masing hewan yang akan disembelih. Sebagian warga yang tidak suka dengan daging kambing, membawa hewan ternak ayam untuk didoakan dan disembelih di rumah. (asa)