Tegakkan PPKM Darurat, Satgas Covid-19 Banyuwangi Kembali Swab Warga Berkerumun dan Tak Bermasker

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Teguh Prayitno
Kamis, 08 Juli 2021 20:03 WIB

Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Banyuwangi kian masif melakukan sidak ke sejumlah titik dalam rangka penegakan PPKM darurat. (foto: ist)

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Banyuwangi kian masif melakukan sidak ke sejumlah titik dalam rangka penegakan PPKM darurat. Kali ini, sidak dilakukan di kawasan Pasar Rogojampi dan sekitarnya, Kamis (9/7) malam.

Warga yang terlihat tidak bermasker dan berkerumun di tempat penjualan makanan-minuman langsung diminta untuk melakukan swab antigen di lokasi. Seperti yang dilakukan pada sekelompok anak muda yang sedang berkerumun di kedai minuman. Petugas langsung mengambil KTP dan melakukan tes swab antigen pemilik dan pelanggan yang ada di kedai tersebut. Hasilnya, satu orang terkonfirmasi positif.

"Kami langsung meminta pihak kecamatan untuk menghubungi keluarga. Karena tidak ada gejala yang bersangkutan diarahkan untuk isolasi mandiri yang nantinya akan dikontrol puskesmas setempat," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kamis (9/7).

Ipuk menyayangkan sikap sekelompok anak muda tersebut yang tidak memedulikan protokol kesehatan bahkan dalam kondisi PPKM darurat seperti ini.

"Kan tidak dilarang beli kopi dan berbagai minuman kesukaan. Tapi jangan nongkrong. Take away. Kopi dan minumannya dinikmati di rumah," kata Ipuk kepada sekelompok anak muda yang diketahui masih berstatus mahasiswa tersebut.

"Teman-teman yang masih muda jangan meremehkan. Iya kalian masih muda, mungkin punya daya tahan tubuh yang bagus, tapi kalau ternyata terpapar lalu nular ke bapak, ibu, kakek, nenek kalian semua, apa tidak kasihan," imbuhnya.

Tidak hanya pada sekelompok anak muda tersebut, satgas juga melakukan tes swab antigen kepada beberapa warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Bupati Ipuk mengatakan, pelaksanaan tes swab akan dimasifkan. Testing, tracing, treatment (3T) terus berupaya ditingkatkan. "Kami akan terus intensifkan di tiap kecamatan. Terutama di tempat-tempat keramaian. Saya juga meminta kepada satgas kecamatan untuk lebih intens lagi melakukan pemantauan," tegas Ipuk.

Adapun untuk membatasi aktivitas masyarakat selama PPKM darurat, Forkopimda Banyuwangi juga melakukan pemadaman lampu penerangan jalan umum di sepanjang jalan nasional dan provinsi.

"Kita benar-benar ingin, mohon sabar dulu, ayo kurangi mobilitas. Varian delta dari Covid-19 ini jangan dianggap remeh, ini bukan hoaks, bukan rekayasa, sudah banyak teman dan saudara kita yang meninggal," ujarnya.

Dalam sidak tersebut juga diikuti oleh sejumlah pejabat forpimda. Di antaranya Komandan Kodim 0825 Banyuwangi Letkol (Inf) Yuli Eko Purwanto, Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi (Kajari) Mohammad Rawi, Kepala Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi Nova Flory Bunda, Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu, dan perwakilan dari DPRD Banyuwangi.

Selama sidak, satgas meminta toko, kafe, dan lainnya untuk tutup pada pukul 20.00 WIB. "Sidak pemantauan seperti ini kian kami masifkan, tidak hanya di tingkat kabupaten, kecamatan hingga di desa-desa," tegas Komandan Kodim 0825 Banyuwangi Letkol (Inf) Yuli Eko Purwanto. (guh/zar)