Korban Bumil Meninggal Saat Perawatan di RS Terus Berjatuhan, Ini Respons DPRD Gresik

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Rabu, 14 Juli 2021 09:35 WIB

Anggota Fraksi Amanat Pembangunan (FAP) DPRD Gresik Faqih Usman. (foto: ist)

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Korban ibu hamil (bumil) meninggal yang terus berjatuhan lantaran lambannya penanganan saat perawatan di rumah sakit (RS) yang menjadi rujukan, menuai reaksi dari DPRD Gresik.

Anggota Fraksi Amanat Pembangunan (FAP) Faqih Usman, mengatakan bahwa DPRD Gresik menyikapi serius persoalan ini agar tidak kembali terjadi korban.

"Persoalan ini jelas menjadi atensi khusus kami. Makanya, saya akan minta fraksi-fraksi lain dan pimpinan DPRD untuk menyikapi dan cepat mengambil tindakan," ucap Faqih kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (14/7/2021).

Menurut Faqih, hingga saat ini pihaknya telah mendapatkan laporan ada tiga bumil yang meninggal di RS karena lamban dalam penanganan, dengan berbagai alasan. Di antaranya karena RS penuh dengan pasien Covid-19, sehingga pihak RS tak bisa langsung melakukan penanganan atau pertimbangan lain.

Ketiga korban tersebut, ungkap Faqih, yakni dua warga Kecamatan Panceng, masing-masing dari Desa Pantenan yang tengah hamil 5 bulan dan Desa Petung yang tengah hamil 9 bulan. Kemudian, bumil warga Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan dengan kondisi akan melahirkan.

"Ini persoalan serius yang harus dicarikan solusi bersama di saat kondisi lonjakan pasien Covid-19 saat ini," jelas Ketua DPD PAN Gresik tersebut.

Bahkan menurut Faqih, tak menutup kemungkinan ada kasus yang belum termonitor oleh DPRD. Karena itu, ia meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik melakukan langkah konkret untuk menyikapi persoalan ini. Misalnya, dengan memberikan kebijakan kepada puskesmas maupun pustu (puskesmas pembantu) dalam penanganan pasien bumil di saat pandemi Covid-19.

"Setelah kasus ini mencuat, nanti kebijakannya seperti apa. Misal, bumil tersebut saat ke puskesmas diberikan prioritas atau penanganan cepat terlebih tanpa harus menunggu lama-lama. Termasuk saat dirujuk di RS. Sebab, hal ini menyangkut dua nyawa manusia," terangnya.

"Yang pasti, saya selaku anggota DPRD tak ingin kasus seperti ini kembali terulang," pungkasnya.

Muhammad Bahrul Ghofar, Kepala Desa (Kades) Gredek membenarkan bahwa ada warganya yang merupakan ibu hamil meninggal saat mendapatkan perawatan di RSUD Ibnu Sina, karena kondisinya kritis saat hendak melahirkan.

Sebelumnya, ungkap Ghofar, korban berkali-kali ditolak oleh petugas penerima pasien di sejumlah RS, dengan alasan penuh. Padahal, warganya itu sedang kritis dan akan melahirkan.

"Kejadian ini menjadi pelajaran berharga. Jangan sampai terulang lagi," katanya.

Oleh karena itu, Ghofar meminta kepada manajemen RS, baik milik pemerintah atau swasta agar menjadikan kasus tersebut sebagai evaluasi agar tak kembali terulang.

"Saya minta RS baik pemerintah maupun swasta melakukan evaluasi. Penanganan bumil harus diberikan skala prioritas. Jangan disamaratakan atau bahkan ditolak," pungkasnya.

Sementara itu, pihak RSUD Ibnu Sina Gresik belum bisa dikonfirmasi terkait kasus meninggalnya bumil saat perawatan tersebut. Humas RSUD Ibnu belum menjawab saat dihubungi wartawan BANGSAONLINE.com. (hud/zar)