Jelang Iduladha, DKPP Jember Cek Kesehatan Hewan Kurban

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Yudi Indrawan
Kamis, 15 Juli 2021 16:58 WIB

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Jember meninjau langsung sekaligus melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban di Jalan Tegal Besar Kecamatan Kaliwates, Kamis (15/7/2021).

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Guna memastikan kesehatan hewan kurban, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Jember meninjau langsung sekaligus melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban tersebut satu per satu, Kamis (15/7/2021).

Sebagaimana diketahui, aktivitas perniagaan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha seolah menjadi momentum spesial bagi para pedagang hewan ternak khususnya kambing dan sapi. Mereka memasarkan hewan dagangannya di pinggir-pinggir jalan raya. Seperti di Jalan Tegal Besar Kecamatan Kaliwates, banyak kandang sapi dan kambing berjejer di bibir jalan raya tersebut.

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Jember Drh. Andi Prastowo menyampaikan, kegiatan pemeriksaan kesehatan hewan di masa menjelang Hari Raya Iduladha sudah biasa dilakukan untuk memastikan hewan yang dijual benar-benar layak menjadi hewan kurban.

"Sudah menjadi hal yang biasa bagi para pedagang hewan kurban menjual di pinggir jalan, kami bersama tim kesehatan hewan melakukan pemantauan sekaligus memeriksa kesehatan hewan tersebut agar hewan yang dijual ke masyarakat dalam kondisi sehat," ujar Andi saat melakukan pemeriksaan hewan kurban di Jalan Tegal Besar Kecamatan Kaliwates, Kamis (15/7/2021).

Menurutnya, karena saat ini masih dalam kondisi Covid-19, pemeriksaan dilakukan dengan cara membagi beberapa tim, satu tim terdiri dari dua dokter untuk menghindari kerumunan.

Lebih lanjut, Andi menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan yang dilakukan itu, seluruhnya dinyatakan sehat. "Dari hasil pemeriksaan, alhamdulillah keseluruhan hasilnya sehat," jelasnya.

Andi menuturkan, ke depan pihaknya akan kembali melakukan pemeriksaan pada daging hewan kurban saat dilakukan pemotongan.

Sementara itu, Ghofur, Pedagang Hewan Kurban di Jalan Tegal Besar Kecamatan Kaliwates ini mengaku sudah menekuni dagang sapi kurang lebih 5 tahun, dan menurutnya saat ini harga jual sapi lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

"Namun untuk saat ini pembeli lebih sedikit daripada tahun sebelumnya. Mungkin karena faktor Covid-19 ini sehingga juga berdampak pada pembeli," ujarnya.

Kondisi itu tidak jauh berbeda dengan yang dialami oleh pedagang lainnya, rata-rata mengaku saat ini juga merasakan ada penurunan pembeli. Namun demikian, biasanya pembeli mulai banyak saat mendekati hari H. (adv/yud/eko/zar)