Tersinggung Gegara SMS, Makam Berusia 10 Tahun di Jember Terpaksa Dipindah

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Yudi Indrawan
Jumat, 16 Juli 2021 17:10 WIB

Proses penggalian makam berusia 10 tahunan dibantu warga.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Rahmatun, warga Dusun Kojuk, Desa Sukokerto, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember terpaksa harus memindahkan kuburan almarhum bapaknya yang sudah dikuburkan kurang lebih 10 tahun di tanah pemakaman desa setempat.

Pemindahan kuburan tersebut dilakukan Rahmatun lantaran dirinya tersinggung mendapat SMS dari Sri Sulastri, mantan kepala desa (kades) setempat pada hari Rabu (5/7) kemarin. Sebab, makam ayahnya berada di lahan milik Sri Sulastri.

"Saya merasa tersinggung dengan SMS tersebut, karena tanah tersebut miliknya dia (Sri Sulastri)," ungkapnya.

Karena merasa tidak nyaman dengan adanya SMS tersebut, Rahmatun memilih untuk memindahkan kuburan almarhum bapaknya. "Kuburan almarhum bapak saya sudah kurang lebih 10 tahunan dan berjejer dengan makam-makan yang lain," keluhnya.

Terhadap SMS yang dikirimkan ke Rahmatun perihal keberadaan makam ayahnya, ia menduga ada kaitannya dengan pencalonan Sri sebagai kepala desa. "Mungkin, karena dia (Sri Sulasmi) mencalonkan (sebagai kades) lagi dan mengetahui kalau saya tidak mendukungnya," ujarnya.

Diketahui, Desa Sukokerto sedang akan menghadapi Pemilihan Kepala Desa Serentak. Sri Sulasmi kembali mencalonkan untuk periode keduanya.

“Orang-orang itu lupa sama jasa saya, kok memakai fasilitas saya (tanah),” kata Rahmatun membacakan isi SMS Sri Sulastri saat dikonfirmasi di kediamanya, Jumat (16/7).

Dengan bantuan warga, akhirnya ia memindahkan makam almarhum bapaknya yang diketahui sudah kurang lebih 10 tahun dikuburkan di makam tersebut pada Rabu (14/7) lalu. (yud/eko/ian)