Panglima TNI, Kapolri, dan Menkes Turun Langsung Percepat Distribusi Bansos PPKM Darurat

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Catur Andi Erlambang
Minggu, 18 Juli 2021 01:50 WIB

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberangkatkan bantuan sosial PPKM darurat di halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Sidoarjo, Sabtu (17/7) siang.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, bersama Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memberangkatkan bantuan sosial PPKM darurat di halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Sidoarjo, Sabtu (17/7) siang.

Bantuan berupa paket sembako itu diberangkatkan Panglima TNI, Kapolri, dan Menkes usai meninjau posko PPKM mikro di Balai Desa Sawotratap, Gedangan, Sidoarjo. Turut hadir jajaran Forkopimda Jawa Timur dan Forkopimda Kabupaten Sidoarjo.

Kapolri mengungkapkan, secara nasional bansos tersebut berjumlah 70.000 paket sembako atau 2.500 ton beras. Distribusinya melalui jajaran TNI-Polri, untuk masyarakat terdampak PPKM darurat. Kapolri meminta penyaluran bansos tersebut dipercepat dan dikawal agar tepat sasaran.

Ia menyadari, kebijakan PPKM merugikan banyak pihak, terutama dari segi ekonomi. Namun, Kapolri menegaskan hal itu harus dilakukan demi memutus rantai penularan Covid-19, khususnya di daerah-daerah.

"Mau tidak mau kita harus menjaga mobilitas dengan melaksanakan upaya-upaya pembatasan. Kepatuhan pada aturan PPKM Darurat juga harus ditingkatkan," tegasnya.

Sementara Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengajak semua elemen masyarakat kerja sama menghadapi pandemi Covid-19. "Jika diibaratkan kondisi saat ini kita sedang menghadapi peperangan menghadapi musuh yang tidak kelihatan, yakni Virus Corona," ujar Hadi Tjahjanto.

Menurut Hadi, ada strategi defensif-ofensif untuk menghadapi Covid-19. Strategi defensif yaitu dengan mematuhi protokol kesehatan 5M dan melaksanakan vaksinasi, sehingga diharapkan pertahanan diri akan kuat.

Sementara strategi ofensif adalah menyerang musuh yang tidak kelihatan tersebut. Hal ini dilakukan tenaga kesehatan melalui testing, tracing, dan treatment. “Saat ini kita perlu bersama-sama menunjukkan peran masing-masing untuk melawan musuh yang tidak kelihatan ini,” katanya.

Sementara terkait kasus Covid-19 yang melanda Desa Sawotratap, Menkes Budi Gunadi meminta percepatan penanganan dengan memperkuat sinergitas empat pilar, yakni TNI, Polri, pemerintah desa, dan puskesmas atau bidan desa.

"Perhatikan betul setiap perkembangan warga yang jalani isolasi mandiri, termasuk upaya 3T dan penerapan disiplin protokol kesehatan ke masyarakat," pesannya. (cat/rev)