PKB Jatim Rayakan Harlah ke-23 Tahun dengan Berbagi Sembako untuk Warga Isoman

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
Rabu, 21 Juli 2021 21:34 WIB

Paket sembako dan vitamin diantar langsung kader PKB kepada warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah. foto: istimewa

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - DPW PKB Jawa Timur merayakan Hari Lahir (Harlah) ke-23 Tahun dengan cara berbagi 20 ribu paket sembako untuk warga yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) karena Covid-19 di wilayah Jawa Timur. Cara tersebut dipilih karena banyak warga Jawa Timur yang menjalani isolasi mandiri saat terpapar atau positif Covid-19.

Anik Maslachah, Sekretaris DPW PKB Jawa Timur menilai, warga yang sudah secara sadar melakukan isoman harus didukung dan mendapatkan perhatian penuh baik dari pemerintah ataupun dari tetangga. Dukungan dan perhatian tersebut salah satunya menjamin akan ketersediaan kebutuhan dasar para isoman, termasuk kebutuhan akan sembako.

"Pemenuhan kebutuhan dasar tersebut untuk memberikan rasa aman bagi mereka karena tidak bisa bebas beraktivitas di luar rumah selama isoman. Rasa aman mampu menjadi penyemangat untuk bisa sehat dan pulih seperti sedia kala," tutur Anik Maslachah, Rabu (21/7/2021).

Karena itu, atas dasar rasa kemanusiaan dan amanah Ketua Umum DPP PKB Gus Muhaimin Iskandar, PKB Jawa Timur bersama DPC PKB se-Jawa Timur merasa memiliki kewajiban untuk turut membantu warga yang sedang menjalani isoman dengan cara berbagi paket sembako.

"Paket sembako terdiri dari beras 5 kg, susu, mi instan, sarden, minyak goreng, gula, madu, vitamin C dan juga masker akan diantar langsung ke rumah-rumah warga yang sudah terdata menjalani isoman. Sehingga tidak muncul kerumunan dan kekahwatiran penyebaran Covid-19," terang perempuan pertama yang menjadi pimpinanan DPRD Jatim di era reformasi ini.

Selain berbagi sembako, PKB juga membuka Posko Aksi Melayani Isoman (AMI) se-Jawa Timur yang bertempat di masing-masing DPC PKB. Posko AMI bertujuan untuk memberikan informasi dan edukasi terkait masalah-masalah pandemi covid-19. (mdr/ian)