Kejar Target Herd Immunity, Gubernur Jatim Dukung Institusi Bantu Percepatan Vaksinasi

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Indrayadi
Kamis, 22 Juli 2021 19:09 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memantau vaksinasi di Grand City Convex.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mengejar target pemberian vaksinasi Covid-19 sebanyak 300 ribu sasaran per hari. Agar bisa mencapai herd immunity pada perayaan HUT ke-76 RI, 17 Agustus mendatang.

Terkait hal tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akan mendorong seluruh institusi dalam membantu percepatan vaksinasi Covid-19. Contohnya adalah vaksinasi bagi pelaku jasa keuangan dan jasa pendukung sistem pembayaran di Jawa Timur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bertempat di Grand City Convex, OJK yang didukung juga oleh Bank Jatim, serta beberapa industri jasa keuangan dan pembiayaan, menyediakan vaksinasi kepada pegawai serta masyarakat selama tiga hari sejak 22 hingga 24 Juli 2021.

"Kita sangat bergantung dari suplay vaksin yang didistribusikan untuk seluruh Kabupaten Kota di Jatim. Jadi, semangat itu harus tetap terbangun," ujarnya, Kamis (22/7).

Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, tidak ada vaksin yang boleh disimpan, maka seluruh vaksin yang ada diminta untuk diberikan kepada masyarakat. Bahkan di Jatim sendiri menerima dropping vaksin seminggu dua kali dari Jakarta.

"Insya Allah malam nanti akan ada dropping lagi. 506 ribu, ini komitmen Pak Menkes, kemarin pada saat rakor dengan Pak Wapres. Karena sejak tanggal 14 Januari yang lalu sampai sekarang, di Jatim selalu tertinggi dalam penggunaan dosis vaksin," tambah Khofifah.

Kepala Kantor OJK Regional IV Jatim, Bambang Mukti Riyadi mengungkapkan, pelaksanaan vaksinasi ini ditargetkan per hari bisa melayani 10 ribu orang. Dengan total 30 ribu selama 3 hari ke depan. Dari total 30 ribu tersebut, 30 persennya karyawan industri jasa keuangan, bank, asuransi, pembiayaan dan pasar modal.

"Sementara 70 persen dari masyarakat umum. Untuk pendaftarannya sebisa mungkin melalui aplikasi yang dikembangkan Bank Jatim dan teman-teman Unair, sehingga megurangi kontak fisik," ujar Bambang. (dra/ian)