Dukung Penggunaan Garam Krosok untuk Tangkal Corona, Kiai Asep: Jangan Saling Menyalahkan

Editor: mma
Jumat, 23 Juli 2021 13:43 WIB

Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim saat memperagakan memasukkan garam krosok yang dilarutkan dalam air mineral ke dalam hidung dan mulut untuk merontokkan virus corona di sela salat malam dan istighatsah di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya, Kamis (22/7/2021). foto: mma/ bangsaonline.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Mojokerto, Jawa Timur, istiqamah menggelar salat malam dan istighatsah tiap malam Jumat bersama para kiai. Munajat itu dilakukan sebagai ikhtiar agar hajat-hajat kita terkabul. Tapi Kiai Asep juga mengingatkan bahwa pemerintah dan bangsa Indonesia sedang mendapat ujian sangat berat.

“Ibu Pertiwi sedang menangis. Banyak teman-teman kita berguguran. Kemarin masih mengoreksi disertasi, tiba-tiba tadi ada kabar sudah meninggal,” kata Kiai Asep di sela-sela memimpin salat malam dan istighatsah di kediaman Ning Imah, salah seorang putrinya, di lingkungan Pondok Pesantren Amanatul Ummah Jl Siwalankerto Surabaya tadi malam, Kamis (23/7/2021).

Karena itu, menurut Kiai Asep, kita harus melakukan ikhtiar, sesuai kemampuan kita, agar bangsa Indonesia segera lepas dari Covid-19. “Sekecil apapun kita harus berkontribusi untuk bangsa,” tegas Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu ) itu.

Kiai Asep lalu mengedukasi masyarakat agar membiasakan pola hidup bersih dan sehat serta ikhtiar lewat munajat kepada Allah SWT. Kiai miliarder tapi dermawan itu mengajak masyarakat mengamalkan aurat dan mengonsumsi obat yang dikonsumsi Rasulullah SAW.

Menurut Kiai Asep, semua yang disampaikan Rasulullah pasti dari Allah, bukan dari nafsu. “Wa ma yantiqu anil hawa’ inhua illa wahyuyyuha,” kata Kiai Asep mengutip al-Quran Surat An-Najm ayat 3. Arti bebasnya: semua yang diucapkan Nabi Muhammad itu bukan dari hawa nafsu, tapi wahyu dari Allah.

Kiai menyebut buah kurma, air zam-zam, madu, dan habbatussauda. “Saya punya santri 12.000. Tiap pagi saya beri satu butir kurma,” kata Kiai Asep. “Kalau ada indikasi, misalnya batuk-batuk atau ngantuk berlebihan saya air zam-zam,” tambahnya.

Juga diberi madu, habbatussauda’, dan minuman kesehatan probiotik yang diproduksi sebuah perusahaan di Malang.

“Kurma itu dikunyah sampai lembut dan bercampur air liur baru ditelan,” kata Kiai Asep. Tapi Kiai Asep juga mengingatkan harus membaca doa. “Baca bismillah, alhamdulillah, qul huwallahu ahad,” katanya.

Alhamdulillah, kata Kiai Asep, sudah 1 tahun 5 bulan para santri Amanatul Ummah yang jumlahnya 12.000 itu tak ada yang terjangkit virus corona.”Sudah 1 tahun 5 bulan belajar tatap muka tapi tak ada yang kena corona,” tegasnya.

Kiai Asep juga mendorong masyarakat ikhtiar menjaga kesehatan dengan mempraktikkan hasil temuan-temuan para ahli. Kiai Asep lalu menyebut hasil penelitian drh Indro Cahyono, alumnus UGM, tentang manfaat garam krosok yang bisa merontokkan virus corona. Hasil temuan itu kini lagi populer. Videonya juga viral. 

Kiai Asep bahkan langsung memberi contoh dengan mempraktikkan cara penggunaannya. “Caranya garam krosok dicampur air mineral lalu dimasukkan hidung dan dibuat kumur di mulut,” kata Kiai Asep sambil memegang air mineral dengan mencampurkan garam krosok. 

Komposisinya 1 botol air meneral dicampur 1 sendok garam munjuk. “Kalau air setengah liter berarti garamnya setengah sendok,” kata kiai energik dan penuh inisiatif itu.

Mengutip hasil penemuan drh Indro, Kiai Asep mengatakan bahwa virus corona nempel lebih dulu di hidung atau mulut beberapa hari sebelum menyerang organ tubuh. Nah, saat itulah harus dirontokkan dengan garam krosok. 

Kalau virus corona terlanjur masuk ke organ tubuh seperti paru-paru, maka garam itu tak berfungsi lagi. Karena itu Kiai Asep menyarankan agar dalam dua hari atau tiga hari sekali membersihkan hidung dan mulut dengan garam krosok.

Kiai Asep mengaku prihatin terhadap melonjaknya virus Corona di Indonesia, termasuk di Jawa Timur. Apalagi PPKM Darurat yang dipimpin Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan yang kini diperpanjang 5 hari dengan istilah PPKM level 4 yang itu tak efektif.

“Tapi kita jangan saling menyalahkan. Jangan saling fitnah. Juga jangan memanfaatkan air keruh. Kita harus berdoa kepada Allah agar orang-orang yang berkhianat kepada bangsa segera diberi peringatan oleh Allah SWT,” kata Kiai Asep.

Karena itu Kiai Asep mengakhiri acara salat malam dan istighatsah itu dengan membaca hizib. “Agar orang-orang yang berkhianat kepada bangsa segera diperingatkan oleh Allah. Masak kita sudah punya Pancasila masih menyanjung-nyanjung partai komunis,” kata Kiai Asep.

Menurut Kiai Asep, pandemi Covid-19 tidak hanya menyerang kesehatan masyarakat tapi juga berdampak serius terhadap ekonomi, terutama masyarakat kelas bawah. “Kalau di Mojokerto kita membagikan beras kepada para padagang kecil lewat ASC Foundation. Tiap pedagang dikasih 5 kilo beras dan 1 dos mie instan,” kata Kiai Asep.

ASC Foundation adalah singkatan dari Asep Saifuddin Chalim Foundation yang dipimpin Muhammad Al-Barra (Gus Bara), putra tertua Kiai Asep yang kini menjabat wakil bupati Mojokerto. “Tapi dananya bukan dari APBD tapi dari uang saya pribadi,” tutur Kiai Asep. (mma)