Banyak Warga Tak Patuh Prokes, Pasien Covid-19 di Silo Kabupaten Jember Meningkat

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Yudi Indrawan
Jumat, 23 Juli 2021 16:15 WIB

Puskesmas Silo 2. (foto: ist)

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Kesadaran masyarakat di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember dalam mematuhi prokes dipandang masih sangat rendah. Hal itu ditengarai sebagai pemicu naiknya angka pasien terpapar Covid-19 di kecamatan tersebut.

Seperti yang disampaikan oleh dr. Adi Widjaja, Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Silo 2 yang saat ini sedang menjalani isolasi mandiri bersama 25 karyawannya yang tak lain adalah tenaga kesehatan di tempat yang ia pimpin. 

Pihaknya menilai bahwa kesadaran untuk mematuhi prokes tidak tampak pada masyarakat setempat. "Masih banyak ditemui warga yang tidak mematuhi prokes, salah satunya tidak menggunakan masker," ujarnya kepada BANGSAONLINE.com melalui telepon, Jumat (23/7/2021).

Ia menjelaskan, saat ini petugas di Puskesmas Silo 2 yang terpapar Covid-19 jumlahnya mencapai puluhan, yakni 26 orang. Di antaranya, 19 nakes dan 7 orang bagian administrasi.

"Awalnya hanya ada 13 orang yang terpapar Covid-19 pada saat dilakukan pemeriksaan, Senin (19/7/2021) lalu. Namun, kian hari jumlahnya terus bertambah hingga saat ini yang terkonfirmasi keseluruhan berjumlah 26 orang," ujar dr. Adi.

Menurutnya, jumlah tersebut dimungkinkan akan bertambah lagi. Sebab, dari 26 yang terpapar itu, keluarga yang bersangkutan belum dilakukan tracing.

Saat dikonfirmasi asal mula penularan Covid-19, pihaknya tidak bisa memastikan. Namun, ia menduga berasal dari masyarakat sekitar. Karena sejauh ini kesadaran masyarakat untuk menggunakan masker di kecamatan tersebut sangat rendah. Bahkan warga yang berobat ke puskesmas, banyak yang tidak memakai masker. "Di sini soalnya banyak masyarakat yang tidak pakek masker, mungkin bisa juga dari bidan yang sebelumnya meninggal," ujarnya.

"Untuk sementara ini puskesmas hanya membuka pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD), Balai Pengobatan (BP), dan Kesehatan Ibu Anak (KIA)," pungkasnya.

Sementara itu, Camat Silo Nunung Agus Andrianto menyampaikan bahwa saat ini memang ada peningkatan jumlah terpapar Covid-19. "Saat ini memang meningkat eskalasinya (jumlah) terpapar dari pada hari-hari sebelumnya, termasuk juga pada nakes kita saat ini (yang terpapar) jumlahnya sudah puluhan. Oleh karena itu perlu diwaspadai agar tidak menyebar lebih luas lagi," ujarnya.

Banyaknya nakes yang terkonfirmasi positif berdampak terhadap pelayanan kepada masyarakat, khususnya di wilayah Silo Selatan. Namun, pihaknya menegaskan bahwa untuk kebutuhan masyarakat yang ingin berobat di puskesmas tetap terlayani.

"Untuk sementara, pelayanan banyak dialihkan ke Puskesmas Silo 1 atau Puskesmas Mayang," katanya.

Terkait kondisi itu, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan pemerintah di atasnya, yakni kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember dan Bupati Jember.

"Langkah kami saat ini melakukan edukasi secara masif kepada warga bahwa virus ini nyata adanya, terkait warga yang terpapar kami memaksimalkan fasilitas yang ada untuk membantu masyarakat yang sedang menjalani isoman," tukasnya. (yud/eko/zar)