Pemkab Madiun Mulai Salurkan Sembako untuk 68.320 KPM

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Hendro Suhartono
Selasa, 27 Juli 2021 20:38 WIB

Pemberangkatan perdana bantuan beras yang dilaksanakan di depan Gedung Pendopo Ronggo Jumeno l oleh Bupati Madiun Ahmad Dawami. (foto: ist)

MADIUN, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun mulai menyalurkan bantuan sembako berupa beras untuk keluarga penerima manfaat (KPM) di wilayah Kabupaten Madiun usai menerima kiriman dari Perum Bulog Cabang Madiun.

Bupati Madiun H. Ahmad Dawami menegaskan, beras yang dibagikan kepada masyarakat adalah beras yang berasal dari Kabupaten Madiun juga. Artinya, bisa membantu kedua belah pihak (petani dan warga).

"Beras ini juga berasal dari Kabupaten Madiun sendiri. Bila ditemukan beras yang tidak sesuai dan tidak berkenan agar segera dilaporkan," ujar Bupati Madiun kepada awak media, Selasa (27/7/2021).

Bupati menjelaskan, jumlah beras sebanyak 683.200 kilogram tersebut akan langsung disalurkan kepada penerima yang datanya telah terverifikasi. "Semua penerima nanti adalah mereka yang telah diverifikasi dan divalidasi," jelas bupati.

Sementara itu, Kepala Cabang Bulog Madiun Ahmad Mustari menjelaskan, bantuan beras tersebut adalah program langsung dari pemerintah pusat untuk meringankan beban masyarakat miskin selama menjalani PPKM darurat. Bantuan beras sebanyak 683.200 kilogram tersebut akan dibagikan kepada 68.320 KPM di wilayah Kabupaten Madiun, dengan masing-masing KPM mendapatkan 10 kilogram.

"Bantuan ini langsung perintah dari pusat dan memang kami ambilkan beras hasil panen petani daerah Kabupaten Madiun yang bulan Mei, Juni dengan mutu medium atau kualitas terbaik," ujarnya.

"Silakan dicek di lapangan, kalau ditemukan yang tidak sesuai akan kami ganti," imbuhnya.

Ia menerangkan, bantuan pertama ini akan diberangkatkan dengan tujuan desa dan kelurahan di wilayah Kecamatan Mejayan, sedangkan untuk kecamatan lain menyusul kemudian.

"Kami berangkatkan dahulu untuk Kecamatan Mejayan, lainnya akan kami salurkan bertahap. Kami jadwalkan 9 hari semua telah terdistribusikan," terangnya. (dro/zar)