KH Abdul Chalim, Ulama Besar, Pendiri NU yang Namanya Nyaris Tak Terdengar

Editor: mma
Selasa, 10 Agustus 2021 16:31 WIB

M Mas'ud Adnan. foto: BANGSAONLINE.com

Oleh: M Mas’ud Adnan --- adalah salah seorang ulama pendiri NU.  Kiai Abdul Chalim juga sahabat karib KH Abdul Wahab Hasbullah sejak sama-sama belajar di Makkah. 

Tapi nama ulama asal Leuwimunding Jawa Barat itu nyaris tak pernah terdengar dalam perjalanan NU. Bagaimana sebenarnya peran Kiai Abdul Chalim dalam sejarah pendirian organisasi sosial keagamaan terbesar itu? Simak tulisan M Mas'ud Adnan, Komisaris Utama HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE.com yang dua kali nyekar ke makam ulama besar tersebut:


AHAD 8 Agustus 2021. Saya nyekar ke makam . Sendirian. Makamnya sangat sederhana. Anda bisa lihat di foto.

Di maqbarah itu ada tiga makam. Pertama, makam Kiai Abdul Chalim. Kedua, makam kecil, yaitu makam cucunya. Ketiga, makam menantunya.

Makam itu terletak di Leuwimunding, Kabupaten , Provinsi Jawa Barat. Di lingkungan Pondok Pesantren Amanatul Ummah 02 yang kini sedang dirintis oleh putranya. Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto.

Sejak lama saya ingin sekali menulis tentang Kiai Abdul Chalim. Dulu pernah menulis di BANGSAONLINE.com. Tapi sedikit. Tak detail.

Kenapa saya ingin menulis Kiai Abdul Chalim? Selain tokoh besar, salah seorang ulama pendiri NU, juga namanya hampir tak terdengar. Padahal generasi muda, terutama generasi akan datang, perlu sekali referensi tentang tokoh-tokoh bangsa, terutama tokoh NU.

Otomatis perlu ada dokumentasi. Narasi historis. Yang mencatat perjalanan, kiprah dan keteladanannya. Dengan demikian, generasi akan datang memiliki referensi. 

Lebih-lebih para peneliti, penulis atau siapapun yang akan membuat karya ilmiah terkait perjalanan NU dan Indonesia ke depan.

Karena itu - sekali lagi - saya tertarik sekali untuk menulis kiai fenomenal dan penuh sejarah ini. Terutama untuk menutup kekosongan literasi. Tentang Kiai Abdul Chalim yang berjasa besar terhadap pendirian NU.

(Penulis (M Mas'ud Adnan) saat nyekar di makam di Luewimunding, Kabupaten , Provinsi Jawa Barat. Foto: BANGSAONLINE.com)

Ternyata banyak sekali kisah menajukbkan. Salah satunya, dawuh Kiai Abdul Chalim sangat mustajab.

Suatu ketika para ulama pendiri NU, termasuk KH Abdul Wahab Hasbullah rapat di kediaman KH Z Muttaqin. Kiai Wahab tiba-tiba bicara.

"Dari semua pendiri NU yang masih ada, hanya Kiai Abdul Chalim yang belum punya pesantren," kata Kiai Wahab Hasbullah.

Spontan Kiai Abdul Chalim menjawab. "Nanti anak saya yang akan punya pesantren besar," kata Kiai Abdul Chalim. Pernyataan Kiai Abdul Chalim itu diamini oleh Kiai Abdul Wahab Hasbullah.

Ternyata ucapan Kiai Abdul Chalim itu terbukti. Salah satu putranya, Saifuddin Chalim, kemudian mendirikan Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto. Kini memiliki 12.000 santri.

Bahkan bukan hanya sukses sebagai pendiri pesantren dan ulama yang alim. Tapi juga sebagai akademisi, pendidik, dan motivator ulung. Selain itu juga sukses secara finansial, sebagai miliarder.

Namun yang paling khas - bahkan luar biasa - adalah kedermawanannya. Maka saya menjuluki sebagai "kiai miliarder tapi dermawan". Karena banyak sekali orang kaya - maaf, termasuk kiai - tapi jarang yang dermawan. Kedermawanan - selain perlu watak sosial -juga butuh pengorbanan. Yaitu pengorbanan harta.

Simak berita selengkapnya ...

1 2

 

Berita Terkait

Bangsaonline Video