Gelar Apel Pemindahan Isoman ke Isoter, Bupati Pamekasan Minta Dukungan Seluruh Lapisan Masyarakat

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Ferdiana Lestari
Rabu, 18 Agustus 2021 19:42 WIB

Bupati Pamekasan H. Baddrut Tamam saat memimpin apel pasukan dalam rangka tindak lanjut pemindahan pasien Covid-19 isolasi mandiri (isoman) ke tempat isolasi terpusat (isoter) di Lapangan Nagara Bhakti Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Rabu (18/8/2021). (foto: ist)

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menggelar apel pasukan dalam rangka tindak lanjut pemindahan pasien Covid-19 isolasi mandiri (isoman) ke tempat isolasi terpusat (isoter) di Lapangan Nagara Bhakti Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Rabu (18/8/2021).

Apel tersebut dihadiri secara langsung oleh Bupati Pamekasan H. Baddrut Tamam dengan melibatkan personel TNI, Polri, Dishub, Satpol PP, BPBD, camat, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan.

Dalam sambutannya, Bupati H. Baddrut Tamam menjelaskan tujuan pemindahan warga isoman ke isoter, agar proses pemulihan pasien Covid-19 bisa terpantau dengan baik. Serta meminimalisasi potensi penularan virus tersebut kepada orang lain.

"Adanya tempat isolasi terpusat ini sangat penting sebagai langkah memutus penyebaran Covid-19. Pemerintah akan terus berupaya menekan penyebaran Covid-19 yang sampai sekarang masih menunjukkan keberadaannya. Tapi, Alhamdulillah berkat soliditas kita, kerja keras kita, dan rida Allah SWT, beberapa upaya yang telah dilakukan bersama forkopimda bersama masyarakat sedikit demi sedikit sudah menunjukkan tanda membaik," kata Bupati Baddrut.

Menurutnya, Kabupaten Pamekasan saat ini menjalani PPKM Level 3 dengan zona oranye. Oleh karena itu, membutuhkan upaya yang lebih strategis, sinergis, dan terintegrasi agar penyebaran Covid-19 dapat diminimalisir secara maksimal.

"Salah satu upaya untuk meminimalisir Covid-19 di samping membudayakan protokol kesehatan 3M dan 3T serta serbuan vaksin, maka warga yang dinyatakan positif yang tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit atau yang biasa disebut OTG (Orang Tanpa Gejala) perlu perlakuan khusus," tandasnya.

Menurutnya, pemindahan isoman ke isoter bukan perkara mudah bagi pelaksana di lapangan. "Karena akan berhadapan dengan beberapa fenomena yang berbeda. Namun, hal itu harus dilakukan demi kesehatan masyarakat Pamekasan," kata Baddrut.

"Saya menyadari, aplikasi kebijakan ini tidak mudah, kita masih berhadapan dengan hoaks, serta beberapa informasi lain yang menjadi beban sosial bagi penderita. Bahkan, beban psikologis bagi keluarga dan penderita, untuk itu diperlukan kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas untuk mewujudkan langkah pemindahan isoman ke isoter," tegasnya.

Baddrut menekankan empat hal dalam melaksanakan tugas pemindahan isoman ke isoter tersebut. Pertama, memastikan seluruh sumber daya manusia (SDM) yang bertugas bersama-sama memahami perannya, alurnya, serta tanggung jawabnya masing-masing.

"Ini penting untuk dipahami, karena para petugas di lapangan yang akan memberi warna agar langkah isoter ini berjalan baik," pintanya.

Kedua, memastikan data pasien isoman benar sesuai dengan kondisi yang sesungguhnya agar bisa menjadi rujukan dalam mengambil kebijakan. Karena data yang salah akan membuat kebijakan tak sesuai harapan.

"Ketiga, memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung berfungsi dengan baik, sehingga masyarakat yang melakukan isoter merasa aman, nyaman, dan merasa at home dalam proses penyembuhan," pintanya.

"Keempat, saya minta dukungan semua pihak, termasuk pimpinan ormas, para tokoh, teman-teman media agar bersama-sama dan masif membangun kesadaran baru dalam rangka melawan hoaks serta membangun pola pikir masyarakat untuk menyadari tentang bahaya penyebaran Covid-19," pungkasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Achmad Marzuki menjelaskan, data terakhir pasien isoman sebanyak 93 orang. Namun, jumlah itu akan mengalami perkembangan, karena setiap hari bisa saja ada yang dinyatakan sembuh, bahkan ada tambahan pasien baru.

"Diharapkan dari isolasi mandiri ke isolasi terpusat ini ada pengawasan langsung, dan penularannya bisa ditekan," ungkapnya.

Program pemindahan isoman ke isoter itu terpusat di setiap kecamatan dengan koordinator komandan koramil, sementara wakilnya adalah para kapolsek dan kepala puskesmas di setiap kecamatan.

"Untuk tenaga medis sudah kami siapkan dan sudah tahu tupoksinya masing-masing," pungkasnya. (pmk1/zar)