Hasil Program WUB Mulai Tampak: Produk Tas, Songkok, dan Sarung Tenun Menuai Banyak Pesanan

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ferdiana Lestari
Kamis, 26 Agustus 2021 18:49 WIB

Hasil program WUB berupa tas sekolah sampai kehabisan stok.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Program wirausaha baru (WUB) yang menjadi salah satu program prioritas Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mulai memberikan hasil nyata dengan berjalannya usaha kerajinan tangan hasil berbagai pelatihan.

Taufiqurrahman, salah satu pendamping WUB mengungkapkan, pihaknya sudah memverifikasi beberapa jenis usaha para peserta WUB setelah mengikuti pelatihan. Mulai usaha yang tergolong sukses, usaha yang berjalan, bahkan usaha yang tidak berjalan dan harus mendapat pendampingan lebih serius. Namun menurutnya, separuh dari peserta WUB usahanya berjalan lancar.

"Usaha yang paling sukses itu rata-rata usaha yang baru di Pamekasan. Seperti pembuatan songkok, sarung tenun, dan pembuatan tas. Usaha tas sekarang kekurangan stok, karena keterbatasan karyawan," terangnya, Kamis (26/8/2021).

Pihaknya menargetkan produksi tas minimal bisa memenuhi kebutuhan anak sekolah tingkat sekolah dasar (SD) dan tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD). Sehingga, anak sekolah di Pamekasan bisa memakai tas hasil produksi warga Pamekasan sendiri.

"Tapi kami yakin dalam satu atau dua tahun ke depan insyaAllah mampu menjawab kebutuhan," katanya dengan nada optimis.

Selain melakukan pendampingan terhadap usaha yang dijalankan peserta WUB, sambung Taufiq, pihaknya juga senantiasa memberikan motivasi kepada mereka agar tidak jenuh dalam berwirausaha. Karena tidak jarang dari peserta pelatihan berhenti di tengah jalan dan memilih menjadi karyawan.

"Usaha merubah pola pikir masyarakat dalam berwirausaha bukan perkara mudah. Perlu strategi motivasi agar mereka tidak mudah putus asa dalam menjalankan usahanya yang notabene masih pemula," katanya.

"Rata-rata masyarakat kita ini tidak berani melakukan inovasi baru, makanya perlu kita rubah agar memiliki keinginan untuk berwirausaha. Buktinya ketika kita latih, di pertengahan jalan berhenti karena menganggap lebih baik mencari kerja daripada berkreasi, karena kalkulasi untung ruginya lebih jelas," tandasnya.

Taufiq mengatakan, pihaknya sering memberikan contoh pengusaha sukses kepada para peserta WUB sebagai strategi motivasi agar tidak mudah putus harapan apabila usahanya tidak berjalan sesuai harapan.

"Kami beri contoh pengusaha sukses dan yang benar-benar berangkat dari nol, dan kami juga beri gambaran pekerja yang sukses, ternyata ketika berhenti jatuh bangkrut misalnya. Sehingga bagaimana mereka punya pandangan lebih baik berwirausaha. Kalau berwirausaha itu kan tidak diatur orang dan lain-lain," pungkasnya. 

Program WUB yang berada di bawah naungan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan (DPMPTSP dan Naker) ini merupakan salah satu program prioritas Bupati Pamekasan Baddrut Tamam yang bertujuan menciptakan 10.000 pengusaha baru.

Melalui WUB, Pemkab Pamekasan menggelar pelatihan berbagai jenis usaha secara gratis. Bahkan para peserta dibantu alat usaha melalui dana corporate social responsibility (CSR) dari berbagai perusahaan.

Selain itu, peserta juga diberi pinjaman modal melalui dana channeling dengan bunga nol persen selama satu tahun. Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga memfasilitasi pemasarannya, baik online yang bekerja sama dengan beberapa start up, dan pemasaran offline dengan cara mendirikan warung milik rakyat (wamira) yang rencananya akan dibangun di 20 titik pada tahun 2021. 

Tahap pertama tahun 2021, tercatat ada 220 peserta yang mengikuti pelatihan program WUB. Ada 11 paket pelatihan yang disediakan dengan menghadirkan fasilitator handal dan berkualitas.

Di antara paket pelatihan yang saat ini sedang berjalan meliputi pelatihan membatik, jahit, servis motor, servis mobil, servis AC, tata rias, pembuatan sandal, dan pelatihan desain grafis. (adv/pmk1/ian)