Mahfud MD: Citra Orang Madura Terbelakang Sudah Tak Ada

Editor: Tim
Sabtu, 28 Agustus 2021 22:35 WIB

Silaturahim Menkopolhukam RI Mahfud MD dengan para tokoh Madura sedunia yang berlangsung secara virtual, Sabtu (28/8/2021).

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Silaturahim Menkopolhukam RI Mahfud MD dengan para tokoh Madura sedunia berlangsung secara virtual hari ini, Sabtu (28/8/2021).

Hadir dalam kegiatan ini para tokoh perantau Madura baik di luar negeri maupun dalam negeri, antara lain Eropa, Timur Tengah, Amerika, maupun Australia. Di antaranya Choirul Anam Ketua PPI Dunia dari Ceko, Syafii Kamil dari Belanda, Gatot Ilhamto dari Amerika, dan beberapa tokoh Madura lainnya.

Dari dalam negeri tampak hadir Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, Sekjen Kementerian PUPR RI Dr H Muhammad Zainal Fatah, Sekjen Kementerian Keuangan RI Heru Pambudi, Mendikbud era Orde Baru Wardiman Djojonegoro, Ekonom Didik J Rachbini, Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah, Mantan Kapolri Badroddin Haiti, Pemenang Olimpiade Fisika Internasional Andi Octavian Latif, Sekjen Kementerian Hukum dan HAM Komjenpol Andhap Budi, Budayawan D Zawawi Imron, Tokoh Adat Madura H Ahmad Zaini, Staf Ahli Menteri Luar Negeri Muhsin Shihab, Tenaga Ahli Mabes Polri Islah Bahrawi, para Anggota DPR RI Dapil Madura, serta Bupati se-Madura.

Dalam sambutannya, Menkopolhukam Mahfud MD mengapresiasi capaian orang-orang Madura saat ini. Menurut dia, citra orang Madura terbelakang sekarang sudah tidak ada, yang tampil justru citra sebaliknya. Oleh karena itu, Mahfud MD mengajak seluruh orang Madura terus meningkatkan capaian-capaian tersebut untuk kemajuan bangsa dan negara.

Gagasan yang mengemuka dari para peserta silaturahim virtual ini antara lain:

1. Urgensi jalan tol trans Madura. Gagasan ini disampaikan oleh H Ahmad Zaini dan beberapa peserta lainnya. Gagasan ini mendapat banyak dukungan di chatroom;

2. Pentingnya kerja sama pemberian beasiswa kepada pelajar dan mahasiswa Madura di seluruh dunia;

3. Pengarusutamaan pembangunan sumber daya manusia terkait dengan rendahnya IPM Madura;

4. Revitalisasi pendidikan tata krama khas Madura;

5. Signifikansi dukungan para tokoh Madura di luar pulau Madura kepada 4 bupati. Kalau pembangunan Madura diserahkan sepenuhnya kepada 4 bupati, pasti sangat sulit sebab kualitas SDM Madura tidak mencukupi untuk diajak berpacu. Gagasan ini disampaikan oleh H. Slamet Junaidi dan Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah.

Koordinator Wilayah Sahabat Mahfud MD Jawa Timur Firman Syah Ali yang juga hadir dalam acara tersebut menyampaikan harapan agar kegiatan ini berlangsung secara berkala, agar diaspora Madura semakin akrab dan semakin peduli kepada kampung halaman tercinta.

Tentang gagasan pembangunan jalan tol Trans Madura, Firman Syah Ali yang aktivis NU ini mengatakan bahwa pembangunan kualitas SDM jauh lebih penting. Sebab kalau kualitas SDM sudah bagus, orang madura akan lebih moderat serta tidak mudah termakan hoax, provokasi, dan sejenisnya.

Penulis Cuitan Viral "Mati Corona Ala Madura" ini mencontohkan masalah penanganan Covid-19 di Madura yang betul-betul rumit. Selain harus berhadapan dengan virus corona, pemerintah juga harus berhadapan orang yang tidak percaya, tidak takut, dan tidak peduli terhadap corona gara-gara mudah termakan hoax dan provokasi di media sosial. Berdasarkan contoh tersebut, Firman Syah Ali menyatakan bahwa pembangunan kualitas SDM Madura jauh lebih penting daripada pembangunan jalan tol trans madura, atau setidaknya sama penting dengan pembangunan jalan tol trans Madura.