Pemkab Blitar Targetkan Vaksinasi Capai 75 Persen di Akhir Tahun, Prioritaskan Pondok Pesantren

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Tri Susanto
Senin, 30 Agustus 2021 20:43 WIB

Sekretaris Daerah Pemkab Blitar Izul Mahrom menyampaikan pemaparan saat koordinasi percepatan vaksinasi di Pendopo Pemkab Blitar. (foto: ist)

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar terus melakukan upaya percepatan vaksinasi Covid-19. Hal ini dilakukan sebagai upaya agar herd immunity atau kekebalan kelompok segera terbentuk, sehingga penularan kasus Covid-19 dapat ditekan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blitar Izul Mahrom dalam rapat koordinasi percepatan vaksinasi di Pendopo Pemkab Blitar di Kanigoro, Senin (30/8/2021), mengatakan bahwa Pemkab Blitar menargetkan hingga akhir tahun nanti vaksinasi sudah mencapai 75 persen.

Dengan target ini, lanjutnya, maka vaksinasi harus terus digencarkan di seluruh wilayah Kabupaten Blitar. Karena sampai Agustus ini, capaian vaksinasi untuk warga di atas 12 tahun baru mencapai 35,9 persen.

"Dalam percepatan vaksinasi di Kabupaten Blitar harapannya sudah mencapai 75 persen sampai akhir tahun. Harus dipercepat lagi agar tercapai herd immunity," ujar Izul.

Kata Izul, pihaknya juga memberikan perhatian khusus pada wilayah yang memiliki pondok pesantren agar mendapatkan prioritas pemberian vaksin. Karena mayoritas pondok pesantren di Kabupaten Blitar saat ini sudah memulai aktivitas belajar mengajar. Pihaknya khawatir, jika tidak mendapat perhatian khusus, akan ada penularan Covid-19 di pondok pesantren hingga menjadi klaster.

"Untuk wilayah yang ada pondoknya agar segera dilakukan pelaksanaan vaksin karena pondok sampai saat ini tetap melaksanakan kegiatan belajar dan aktivitasnya," tegasnya.

Adapun untuk mencapai target tersebut, Pemkab Blitar meminta dukungan TNI dan Polri dalam percepatan vaksinasi. "Kami berharap nanti dari dinas kesehatan akan selalu mendapat dukungan penuh dari TNI dan Polri," imbuhnya.

Selain target vaksinasi, upaya penanggulangan pandemi Covid-19 juga dilakukan dengan gencar memberikan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga protokol kesehatan (prokes). Pemakaian masker secara benar menjadi bagian utama sosialisasi prokes ini. Apalagi selama ini masih ada masyarakat yang memakai masker namun saat berbicara dengan orang lain justru diturunkan di dagu.

"Antisipasi terhadap potensi kerumunan juga terus kita lakukan supaya tingkat penularan bisa terus ditekan," tambah Izul.

Kapolres Blitar AKBP Adhitya Panji Anom yang hadir dalam rapat tersebut mengatakan, pihaknya siap mendukung percepatan vaksinasi di Kabupaten Blitar. Apalagi saat ini, Kabupaten Blitar masih berada di zona merah penularan Covid-19, sehingga dibutuhkan percepatan vaksinasi.

"Berkaitan dengan percepatan vaksinasi, bisa kita capai dengan kerja sama yang solid antarinstansi. Yang dibutuhkan hanya konsistensi. Misalnya, jika target 600 per hari harus dilaksanakan sesuai target dan dilakukan evaluasi tiap minggunya. Jika terdapat puskesmas yang belum bisa tercapai sesuai target maka harus dievaluasi," ungkap kapolres.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Harian Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Endah Woro Utami mengakui jika kendala yang dihadapi dalam percepatan vaksinasi adalah kurangnya tenaga vaksinator.

Jumlah tenaga vaksinator, kata dia, tak sebanding dengan sasaran vaksin. Dia mengaku, sudah menginstruksikan puskesmas untuk membuat perencanaan target vaksinasi. Agar setiap minggunya target dapat terpenuhi.

"Tenaga kesehatan akan kami sediakan lebih banyak lagi agar target pelaksanaan vaksin dapat tercapai dengan maksimal. Untuk ketersediaan vaksin di Blitar sangat tercukupi tinggal nanti menentukan daerah sasaran yang perlu mendapatkan vaksin terlebih dahulu, terutama ibu hamil dan lansia yang belum mendapatkan vaksin," jelas Woro.

Kendala yang disampaikan ini, langsung direspons Dandim 0808 Blitar Letkol Inf. Didin Nasrudin Darsono. TNI siap terjun ke lapangan untuk percepatan vaksinasi. Termasuk soal kekurangan tenaga vaksinator, Didin juga memberikan perhatian khusus.

"Dari petugas keamanan bisa dibantu dari babinsa maupun bhabinkamtibmas. Jadi vaksinator hanya tinggal nyuntik saja tugasnya, tidak perlu mikir yang lain," tegasnya. (tri/zar)