PNM dan SMF Kolaborasi Dukung Program Pembiayaan Mikro Perumahan

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Teguh Prayitno
Jumat, 03 September 2021 17:05 WIB

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) bekerja sama guna mendorong pembiayaan mikro perumahan.

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) bekerja sama guna mendorong pembiayaan mikro perumahan. SMF memberikan fasilitas pembiayaan hingga Rp 2 triliun untuk Program Pembiayaan Mikro Perumahan (Home) kepada PNM.

Home ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang ingin mendapatkan akses pembiayaan perumahan dan tempat usaha, termasuk nasabah PNM Mekaar. Kerja sama pembiayaan PNM dan SMF diresmikan dengan penandatanganan oleh Direktur Utama PNM Arief Mulyadi dan Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo di Dusun Macan Putih, Banyuwangi, Jawa Timur pada Rabu (1/9/2021) lalu.

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengatakan bahwa program ini adalah awal mula dari satu usaha dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama nasabah PNM Mekaar.

“Didukung oleh SMF, ini adalah bentuk wujud hadirnya pemerintah terhadap masalah pemenuhan kebutuhan papan masyarakat. Kami keluarga besar PNM mengucapkan terima kasih kepada SMF yang telah mendukung dan memberikan nilai tambah kepada nasabah kami,” ujarnya.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo dalam sambutannya mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan upaya dalam mengakselerasi peningkatan kapasitas penyaluran pembiayaan perumahan yang berkesinambungan, baik dari sisi supply maupun demand.

“Kerja sama tersebut merupakan kolaborasi lanjutan antara SMF dan PNM untuk mendukung akselerasi pelaksanaan Program Pembiayaan Mikro Perumahan (Home) yang telah resmi diluncurkan beberapa waktu lalu,” ujar Ananta.

Sebagai informasi, hingga 31 Agustus 2021, PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 87,39 triliun kepada nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 10,8 juta orang. Saat ini, PNM memiliki 2.985 kantor layanan PNM Mekaar dan 688 kantor layanan PNM ULaMM di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 provinsi, 422 kabupaten/kota, dan 5.640 kecamatan. (guh/ian)