Populasi Santri di Kota Kediri Besar, Mas Abu Yakin Bisa Kembangkan Ekonomi Syariah

Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Muji Harjita
Selasa, 07 September 2021 20:29 WIB

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar (kanan) saat mengikuti acara Road to Festival Ekonomi Syariah Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Kediri 2021 secara daring. (foto: ist)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar didampingi Sekretaris Daerah Bagus Alit serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan menghadiri acara Road to Festival Ekonomi Syariah Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Kediri 2021 secara daring, Selasa (7/9/2021).

Sesuai agenda, kegiatan ini akan diselenggarakan mulai 7 hingga 9 September 2021. Rangkaian acara Road to Fesyar KPwBI Kediri diawali dengan opening ceremony, webinar, business matching, closing, serta diselenggarakan pula lomba-lomba seperti model bisnis pesantren, wirausaha muda, serta lomba kesenian daerah islami yang pemenangnya nanti akan mewakili KPwBI Kediri dalam ajang Fesyar Jawa.

Ketika memberikan sambutan, Wali Kota Kediri mengatakan bahwa pandemi Covid-19 berdampak pada banyak sektor kehidupan termasuk perekonomian masyarakat. Data BPS menyebut, pertumbuhan ekonomi triwulan pertama 2021 dibandingkan triwulan keempat 2020 mengalami kontraksi sebesar 0,96% (quarter-to-quarter).

Menurutnya, tekanan pertumbuhan ekonomi ini terus menggerus daya beli masyarakat. Sehingga, banyak kebutuhan yang tidak bisa terpenuhi. Untuk itu, lanjutnya, Pemerintah Kota Kediri terus melakukan koordinasi dan berkolaborasi dengan beberapa lembaga dan masyarakat yang mampu untuk membantu warga yang terdampak pandemi Covid-19.

"Kami membuat program Si Jamal (Sinergi Jaring Pengaman Sosial) yang menjadi penghimpun dan penyalur bantuan dari lembaga nirlaba seperti Rumah Zakat, Yatim Mandiri, Baznas, dll. Dari bulan Maret hingga sekarang Si Jamal terus bergerak. Alhamdulillah, banyak dermawan yang menyedekahkan sebagian harta mereka untuk saling membantu sesama," ujar Mas Abu, sapaan akrab Wali Kota Kediri.

Ditambahkannya, Kota Kediri memiliki rasio jumlah santri sebesar 6,76% dibandingkan total penduduk. Rasio ini tertinggi di wilayah kerja KPwBI Kediri. Selain itu, human development index di Kota Kediri juga terdorong dengan banyaknya pondok pesantren yang ada di Kota Kediri.

"Saya berharap, santri di Kota Kediri bisa menjadi influencer bagi para agen ekonomi, sehingga dapat mengembangkan ekonomi syariah, maupun scale up industri halal. Ke depan, saya ingin melihat lahirnya para entrepreneur muda yang mengusung konsep syariah dalam menjalankan bisnisnya," terangnya.

Sementara itu, Kepala KpwBI Kediri Sofwan Kurnia mengatakan, Road to Fesyar ini merupakan rangkaian acara menuju Festival Ekonomi Syariah dan rangkaian kegiatan menuju perhelatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF), sebuah acara ekonomi dan keuangan syariah terbesar di Indonesia yang akan diselenggarakan pada Oktober 2021 nanti.

Menurut Sofwan Kurnia, adapun tujuan diselenggarakannya Festival Syariah KPwBI 2021 adalah meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terkait dengan potensi ekonomi dan keuangan syariah dalam mendorong upaya pemulihan ekonomi nasional; membangun sinergi antara masyarakat dan pemerintah daerah maupun lembaga pemerintah, pondok pesantren serta akademisi dalam pengembangan ekonomi syariah; serta mengembangkan kemandirian pesantren dan penciptaan santripreneur dalam mendukung perekonomian.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, yakni Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Budi Hanoto yang sekaligus membuka acara secara daring. Selain itu, hadir pula segenap stakeholder dan mitra kerja KPwBI Kediri. (uji/zar)