Jatuh Bangun Kue Gapit Kota Madiun, Bertekad Bangkit di Tengah Pandemi

Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Hendro Suhartono
Sabtu, 11 September 2021 12:03 WIB

Tasdirin saat proses pembuatan kue gapit.

KOTA MADIUN, BANGSAONLINE.com - Siapa yang tak kenal kue gapit? Ya, barangnya sama di beberapa daerah memiliki nama yang berbeda. Mereka ada yang meyebut kue lipat, kue semprong, kue kapit, kue lempit dan sejumlah nama lain. Belum lagi ada varian-variannya di dalamnya seperti rasa susu, cuklat, keju dan lainnya dengan bahan dasar yang tetap sama.

Kue peninggalan nenek moyang ini sampa kini masihi bertahan karena cara membuat dan bahannya yang mudah didapat. Selain itu, jajanan ini bisa bertahan lama jika disimpan dengan baik.

Di Kota Madiun, Tasdirin telah merintis usaha ini sejak tahun 1987, dan sudah merasakan jatuh bangun menangani usaha kue kering ini. Lebih-lebih saat ini, kondisi pandemi Covid-19 membuat usaha semakin berat. Tasdirin yang merintis usahanya di RT. 8 Kelurahan Mojorejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun ini mengaku semkin susah dengan keadaan sekarang.

"Sempat berhenti lama karena pesanan dari agen serta rekan kerja tidak jalan. Usaha gapit ini pertama kali saya buka tahun 1987, namun kemarin sempat berhenti produksi mas. Gara-gara ada covid," tuturnya kepada BANGSAONLINE.com di tempat usaha yang masih manual, Sabtu (11/9/2021)

"Awal dulu saya buat dengan istri saya terus saya pasarkan sendiri. Suatu ketika ketemu sama orang malang dan mengajak kerjasama. Bungkus dari sana kita yang produksi gapitnya. Sehingga produksi semakin meningkat dan bisa mempekerjakan tetangga sekitar," kenang Dirin sambil istirahat dari aktivitas membuat gapit.

Usahanya sempat berhenti selalma 1 tahun akibat pandemi. Namun, 1 bulan ini kembali dia berproduksi sekala kecil lebih dulu. Ketika memulai berproduksi, dia merasakan beratnya seperti awal ketika merintis usahanya dulu.

Simak berita selengkapnya ...

1 2

 

Berita Terkait

Bangsaonline Video