Server Bermasalah Saat Tes CPNS, Komisi A Sarankan Panitia Gelar Tes Ulang

Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
Selasa, 21 September 2021 23:10 WIB

Hadi Dediansyah, S.Pd., M.Hum., Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim. foto: istimewa

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wakil Ketua Komisi A DPRD Jawa Timur, Hadi Dediansyah mengatakan bahwa komisinya mendapat banyak keluhan terkait server yang mengalami gangguan saat pelaksanaan tes CPNS.

Pihaknya menilai itu sebuah insiden yang harusnya tidak terjadi jika pihak panitia mengantisipasinya. Pasalnya, pihak provider yaitu Telkomsel sudah memberitahu bahwa akan ada gangguan jaringan 2-3 hari selama pelaksanaan tes tersebut.

"Tapi rupanya ini tidak diperhatikan, harusnya diantisipasi dan tidak dipaksakan. Apalagi sudah ada pemberitahuan. Karena ini persoalan selektivitas bagi para calon, jadi agar dapat keadilan yang sama harus dikaji apakah ini bisa dilanjutkan atau tidak," tutur politikus yang akrab disapa Dedi ini, Selasa (21/9/2021).

Untuk itu, Komisi A meminta agar permasalahan server itu dikaji ulang, karena menyangkut nasib peserta.

"Banyak keluhan-keluhan dari peserta, bahkan mengisi pun terjadi loncatan-loncatan dari nomor ke nomor, dan ini otomatis mempengaruhi dari penilaian itu. Maka kami minta dikaji ulang untuk sesi kedua kemarin," imbuhnya.

Anggota Fraksi Partai Gerindra yang membidangi hukum dan pemerintahan ini mengungkapkan bahwa pelaksanaan itu tidak bisa menjadi ukuran penentuan penilaian terhadap peserta.

"Seyogianya panitia menyelenggarakan tes ulang akibat problem server tersebut," tandasnya.

Untuk memastikan hasil tes SKD CPNS benar-benar tidak merugikan para peserta CPNS akibat insiden problem server ini, maka Komisi A DPRD Jatim akan mengundang BKD ke komisi.

"Kami akan memanggil BKD selaku panitia untuk mempertanyakan perihal gangguan server tersebut, karena komisi A berharap jangan sampai ada para calon PNS itu yang merasa dirugikan. Bukan karena faktor ketidakmampuan, tapi karena dampak dari server error itu," pungkasnya.

Sebelumnya, DPRD mendapati terjadinya eror saat sidak pelaksanaan tes SKD CPNS. Eror terjadi saat peserta mengerjakan soal tes berbasis komputer ini. Bahkan pelaksanaan tes sempat dua kali berhenti.

"Tidak bisa melewati soal atau menyimpan jawaban soal, yang hang pertama harus log out dulu, baru log in kembali. Yang kedua cukup di-refresh,” tutur Subiarto, salah satu peserta tes.

Hal serupa juga dialami Nailul Ma’ali di sesi ujian yang sama. Peserta tes CPNS asal Sidoarjo tersebut mengaku beberapa kali mengalami delay untuk mengerjakan soal.

“Jadi setelah soal dijawab atau dilewati, itu soal berikutnya tidak langsung muncul. Lemot, harus nunggu beberapa detik baru muncul,” ungkapnya.

Kondisi itu cukup mengganggu lantaran peserta ujian harus kejar-kejaran dengan waktu yang terbatas. Dengan total soal tes SKD 110 butir, waktu yang diberikan hanya 100 menit.

Persoalan jaringan provider juga sempat terjadi pada tes SKD hari kelima. Bahkan pelaksanaan sesi I sempat ditunda hingga tiga jam dan baru dimulai pukul 11.15 WIB.

Berbeda dengan pelaksanaan tes CPNS tahun sebelumnya yang dilakukan menggunakan server di lokasi ujian. Sehingga tidak membutuhkan jaringan provider untuk internet. (mdr/ian)