Ragam Inovasi, Petrokimia Gresik Hasilkan Nilai Tambah Mencapai Rp250 Miliar

Editor: Rohman
Wartawan: Syuhud
Rabu, 22 September 2021 18:42 WIB

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo, memukul gong sebagai tanda pembukaan Innovation Awards Konvensi Inovasi Petrokimia Gresik ke-35 secara virtual. foto: Ist

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia mampu menghasilkan nilai tambah hingga Rp250 miliar melalui inovasi yang diciptakan sepanjang tahun 2020.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan bahwa dari total value creation senilai tersebut, sebesar 25 persen atau Rp64,9 miliar berkontribusi langsung terhadap laba perusahaan. Besarnya value creation tersebut membuktikan bahwa inovasi yang dihasilkan mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

"Para inovator telah melakukan improvement serta memberikan kontribusi nyata bagi perusahaan. Sebab melalui inovasi, Petrokimia Gresik terbukti bisa terus tumbuh, dan mampu menjawab berbagai tantangan di tengah pandemi," ujarnya, Rabu (22/9).

Sebagai bentuk apresiasi kepada para inovator, perusahaan tersebut menggelar kegiatan secara virtual bertemakan 'Innovation Awards Konvensi Inovasi Petrokimia Gresik (KIPG) ke-35'. Agenda itu merupakan wadah apresiasi untuk para inovator perusahaan, dan anak perusahaan.

Selain menghasilkan value creation yang cukup besar, Dwi Satriyo mengungkapkan keterlibatan karyawan dalam gelaran konvensi inovasi tahun ini juga perlu diapresiasi, yakni mencapai 71,2 persen dari total karyawan, dan tergabung dalam 1.039 gugus inovasi.

"Ini menjadi bukti bahwa Inovasi telah menjadi DNA bagi Insan Petrokimia Gresik, dan telah menjadi bagian dari strategi pengembangan perusahaan," tuturnya.

Ia berharap konvensi inovasi ini mampu menjadi katalis dalam percepatan pertumbuhan perusahaan, dan menjadi dasar pembentukan karakter di lingkungan Petrokimia Gresik, dan anak perusahaan, serta mendorong Insan Petrokimia Gresik, terutama generasi milenial, agar terus berpikir kreatif dan inovatif.

"Perusahaan membutuhkan berbagai terobosan untuk menjadi solusi agroindustri, dan mewujudkan pertanian berkelanjutan. Melalui inovasi, perusahaan telah banyak melakukan perbaikan, dan peningkatan dari segi kualitas produk, proses bisnis, optimalisasi teknologi, pelayanan, organisasi, dan sebagainya," paparnya.

Sementara itu, sejumlah inovasi di tahun 2020 mampu mengantarkan Petrokimia Gresik sehingga berhasil meraih empat kategori tertinggi dalam ajang konvensi inovasi internasional '26th Asia Pacific Quality Organization' (APQO) yang dilaksanakan secara virtual di Perth, Australia beberapa waktu lalu.

"Raihan prestasi di ajang internasional ini menjadi bukti keseriusan perusahaan dalam menumbuhkan dan mengelola budaya inovasi di perusahaan, hingga mampu memberikan kontribusi positif bagi dunia industri di Indonesia bahkan hingga internasional, " kata Dwi.

Dalam ajang yang diikuti 57 tim dari berbagai negara ini, Petrokimia Gresik mengirim 4 gugus yakni Gugus Inovasi Operasional (GIO) Digital Office, GIO Fleksi, Sistem Saran (SS) Kuantitatif, dan SS Sludar Sludur, yang sebelumnya juga telah berprestasi di tingkat nasional pada ajang Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) 2020.

"Seluruh tim yang kami kirim berhasil meraih predikat '3 Stars' yang merupakan kategori tertinggi di ajang ini. Masing-masing gugus tersebut memiliki terobosan yang bernilai tambah bagi proses bisnis perusahaan," ungkapnya.

Adapun inovasi yang diciptakan oleh GIO Digital Office mampu menurunkan frekuensi masalah penciptaan naskah dinas dan mempercepat prosesnya. Inovasi tersebut mampu menyumbangkan penghematan sebesar Rp839,6 juta dalam waktu 13 bulan.

Selanjutnya, inovasi dari GIO Fleksi berhasil menurunkan Downtime Pabrik Urea karena kegagalan bahan baku dari 67,7 jam/bulan menjadi 31,5 jam/bulan. Inovasi ini mampu menghasilkan potensi penghematan hingga Rp252 miliar dalam waktu 7 bulan.

Sedangkan untuk SS Kuantitatif mampu menjaga kualitas Pupuk ZA impor agar tetap sesuai standar dengan Metode Volumetri, sehingga mengurangi potensi kerugian perusahaan akibat komplain dari end-user.

SS Sludar Sludur sukses memanfaatkan limbah padat hasil kolam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebagai bahan baku filler pada Pupuk NPK. Berdasarkan perhitungan verifikasi kinerja keuangan, penerapan inovasi tersebut menghasilkan penghematan sebesar Rp2,9 miliar dalam setahun.

Dwi Satriyo menegaskan, berbagai inovasi yang dilakukan Petrokimia Gresik merupakan upaya peningkatan efisiensi, efektivitas, dan daya saing perusahaan untuk menjadi market leader serta dominant player di sektor agroindustri.

"Inovasi menjadi kebutuhan dasar perusahaan dalam menciptakan masa depan baru yang lebih sukses. Ini sejalan dengan salah satu core value perusahaan AKHLAK yaitu Adaptif yang mampu menjawab segala perubahan dan tantangan dengan inovasi," kata Dwi. (hud/mar)