​Seru! Wakil Bupati Bojonegoro Laporkan Bupati Anna Muawanah ke Polisi

Editor: mma
Sabtu, 25 September 2021 20:46 WIB

Dahlan Iskan

Itu karena sumur minyak blok Cepu ada di Bojonegoro. Kabupaten ini mendapat uang dari dua jurusan sekaligus: bagi hasil minyak dan dari saham wajib di perusahaan minyak itu. (Tebakan saya: Disway besok akan menulis soal ini).

Wawan sendiri asli Bojonegoro. Sampai SMA pun di Bojonegoro. Sarjananya di IKIP PGRI Adi Buana Surabaya. Wawan menjadi tokoh pendidikan di Bojonegoro. Ia mengelola sekolah dan perguruan tinggi di sana.

Istri Wawan seorang dokter. Lulusan Universitas Brawijaya, Malang. Ketika Wawan mengadu ke kantor polisi, sang istri sudah 100 hari meninggal dunia.

Istri Wawan terkena sakit kanker usus. Pengobatannyi sudah maksimal. Ususnyi sudah sampai dipotong 30 cm. Tapi RS di Malang tidak berhasil menyelamatkannyi. Padahal dia sudah berada di tangan dokter paling ahli di Malang –yang tak lain adalah paman sang istri sendiri.

Rupanya Bupati Anna memanfaatkan kematian istri wakilnya itu. Anna berharap Wawan bisa sadar setelah sang istri meninggal. Hidup kan ternyata tidak lama. Begitu tulis Bupati Anna di sebuah grup WA –yang jadi barang bukti pengaduan Wawan.

Di Bojonegoro memang ada grup WA yang luar biasa. Namanya: Grup Jurnalis.

Anggota grup itu sekitar 200 orang. Nama bupati, wakil bupati, Kapolres, Dandim, anggota DPRD, wartawan, tokoh masyarakat ada di dalam grup itu.

Di situlah saling bantah sering terjadi. Justru antara bupati dan wakil bupati. Ditonton 200 orang anggota grup. Ada pula yang menyebarkannya ke luar. Orang desa pun tahu: bupati lagi bertengkar dengan wakilnya.

Saya menghubungi petani porang di pelosok desa paling selatan kabupaten itu. Ternyata ia juga tahu pertengkaran itu. “Semua orang desa sini juga tahu,” katanya.

(Bupati Bojonenegoro dan Wabup Budi Irwanto. Foto: disway)

Saya juga menghubungi seorang wartawan Bojonegoro yang menjadi anggota grup WA itu. Namanya Sasmito Anggoro. Kini ia pemilik Media SuaraBojonegoro.com. Pernah jadi Ketua PWI setempat dan reporter JTV.

“Siapa pemrakarsa grup WA itu?”

“Mas Dani. Dulu wartawan JTV”.

“Apakah di zaman bupati lama grup itu sudah ada?”

“Sudah ada. Grup itu berdiri tanggal 24 Juni 2016.”

“Berarti Anda mengikuti pertengkaran bupati dan wakil itu di grup?”

“Iya. Bahkan saya sempat marah. Saya bilang tidak pantas. Harus malu pada rakyat. Saya juga punya rakyat,” tulis Sasmito.

Sasmito adalah pendekar pencak silat aliran SH Winongo. Ia merasa punya rakyat juga, anggota alirannya. Ia berani marah karena merasa jiwa pencak silatnya muncul.

“Setelah itu mereka baru berhenti bertengkar di grup,” ujar Sasmito.

Wabup Wawan tahu di tempat lain juga banyak bupati yang tidak rukun dengan wakilnya. Tapi, katanya, yang dia alami ini keterlaluan. “Foto saya pun tidak boleh ada di brosur atau sejenisnya,” ujar Wawan.

Dari mana Anda tahu foto Anda dilarang? “Bagian yang mencetak brosur menghadap saya. Mereka minta maaf,” kata Wawan. “Desain brosur dibuat ada foto bupati dan wakil, tapi sebelum dicetak, foto wakil bupati diminta dicopot,” ujar Wawan mengutip laporan pegawai bagian brosur itu.

Bupati kabarnya memang sangat jengkel. Termasuk, ketika Wawan terus mencari kelemahan bupati. Misalnya, kebenaran bansos untuk orang miskin sampai dicek sendiri oleh Wawan. Sampai menimbangnya sendiri.

Bojonegoro kini memang sudah kaya. Sudah pantas jadi rebutan. Atas nama memperjuangkan nasib orang miskin di sana. (Dahlan Iskan)

 

Berita Terkait

Bangsaonline Video