Siapa yang Bakal Pidato di PBB, Taliban atau Pemerintah Afghanistan Lama

Editor: mma
Selasa, 28 September 2021 08:42 WIB

Dahlan Iskan

Sampai 20 tahun kemudian masih juga ditolak.

Selama itu yang mewakili Tiongkok di adalah Taiwan – -yang didirikan oleh pemerintahan yang kalah di perang sipil tahun 1949 itu.

Baru di tahun 1971, dunia menerima Tiongkok menjadi anggota . Setelah ”Taliban”-nya Tiongkok dipegang oleh Deng Xiaoping.

Perjalanan Taliban masih panjang. Kampanye ke dunia masih harus terus dilakukan. Untuk menarik simpati dunia .

Kini Taliban mulai menjamin keamanan di Bandara Kabul. Mereka minta semua penerbangan asing masuk kembali ke Kabul. Turki dan Qatar sudah menormalkan sistem di bandara itu.

Pakistan yang sempat sewot, sudah mulai menerbangkan PIA ke Kabul meski belum berjadwal. Taliban juga memberi hiburan pada Pakistan: akan mengusut siapa yang menurunkan bendera Pakistan minggu lalu.

Bendera itu dibuang dari truk-truk bantuan pangan. Yakni ketika truk itu masuk dari Pakistan ke wilayah Afghanistan.

Taliban juga menjanjikan segera membuka jalan raya yang menghubungkan Kabul dengan kota Peshawar –hanya dua jam naik mobil.

Bahkan Taliban juga menjamin keamanan pengusaha. Agak berlebihan memang. Mungkin masih ikut kebiasaan lama. Lihatlah: empat orang yang menculik seorang pengusaha digantung di lapangan Herat –kota bagian barat negara itu.

Yang digantung itu sebenarnya mayat. Mereka sudah mati ditembak saat melarikan pengusaha yang disekap itu. Sistem komunikasi yang ditinggalkan Amerika kelihatannya masih efektif.

Keluarga pengusaha itu baru saja melaporkan penculikan tersebut. Taliban langsung menghubungi semua pos pemeriksaan di jalan-jalan raya. Mobil penculik itu pun distop. Terjadi tembakan dari arah mobil. Seorang Mujahid Taliban –panggilan untuk petugas keamanan– terluka. Empat penculik ditembak mati. Mayat mereka dibawa ke kota. Digantung. “Tidak boleh lagi ada penculikan seperti itu,” ujar pejabat di Herat.

Tapi mengapa harus digantung? Kan sudah mati? “Agar yang lain kapok. Mereka yang menculik akan bernasib sama,” katanya, seperti disiarkan media di Pakistan.

Saya ingat yang saya lakukan kemarin: menggantung satu tundun pisang masak pohon di kebun Pacet.

Saya tidak jadi makan pisang itu.(Dahlan Iskan)

 

Berita Terkait

Bangsaonline Video