Jop Sepi Akibat Pandemi, Fotografer Beralih Jual Nasi Pecel Godong Jati, ini Keistimewaannya

Editor: Tim
Wartawan: Muji Harjita
Rabu, 29 September 2021 09:36 WIB

Anak Joni Lim yang turut membantu ayahnya, mengantarkan makanan kepada pelanggan yang memakai caping gunung. Foto: Muji Harjita/ bangsaonline.com

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Joni Slamet Hariyadi (51), warga Desa Titik, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri berprofesi sebagai . Sebelum pandemi, ia bisa mendapat job memfoto lebih dari satu kali, terutama pada hajatan temanten.

Sejak pandemi, ia harus memutar otak karena jop sebagai sepi. Setelah berpikir keras, akhirnya Joni menemukan usaha baru. Yaitu berjualan nasi tumpang khas Kediri dan lontong tahu khas Tuban. Maklum, ia memang asli Tuban.

Yang istimewa, nasi tumpang dan lontong tahunya tidak diwadahi piring seperti pada umumnya. Tapi diwadahi pincuk dari godong (daun) jati. Sehingga aroma daun jati membuat makanan makin sedap dan menggugah selera. Warungnya pun diberi nama Warung Omah Godong yang berdiri di samping rumahnya di Desa Titik.

Pria kelahiran Tuban tahun 1970 tersebut memulai jualan nasi tumpang dengan pincuk godong jati baru beberapa minggu ini, yaitu pertengahan bulan September 2021 ini. Namun begitu, pelanggannya sudah banyak. Khususnya dari komunitas gowes dan , di mana ia termasuk menjadi anggotanya.

Dibantu istri dan anaknya, pria yang datang ke Kediri sejak tahun 1997 itu, membuka warung yang terbuat dari bambu setiap hari mulai pukul 06.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB. Untuk hari Jumat libur.

Harganya murah meriah. Nasi tumpang dan nasi lontong tahu khas Tuban, hanya dipatok harga Rp.6000 per porsi. Untuk minuman seperti wedang uwuh juga murah hanya Rp.4.000 per gelasnya.

Yang unik lagi, Warung Omah Godong ini juga menyiapkan caping gunung (topi dari anyaman bambu) untuk dipakai pelanggan yang mau menikmati nasi godong jatinya.

Simak berita selengkapnya ...

1 2

 

Berita Terkait

Bangsaonline Video