Jop Sepi Akibat Pandemi, Fotografer Beralih Jual Nasi Pecel Godong Jati, ini Keistimewaannya

Editor: Tim
Wartawan: Muji Harjita
Rabu, 29 September 2021 09:36 WIB

Anak Joni Lim yang turut membantu ayahnya, mengantarkan makanan kepada pelanggan yang memakai caping gunung. Foto: Muji Harjita/ bangsaonline.com

Menurutnya, dua varian menu tersebut dijamin menggunakan bahan rempah alami tanpa penyedap rasa alias micin. "Menu nasi menggunakan kacang dari Tuban dan cara menggoreng tidak memakai minyak, tapi disangrai di wadah yang terbuat dari tanah," kata Joni Lim, sapaan akrabnya, Rabu (29/9).

Tahu bumbunya, juga dimasak tidak pakai micin. Semua rempah alami bumbunya petis udang Kediri. “Saya cari yang teksturnya mirip petis udang Tuban. Kalau kacang tanahnya asli Tuban, karena bisa dibeli dari sini, kita pilih kacang Tuban memang rasanya beda,” tuturnya.

Kedua menu tersebut disajikan dengan pincuk godong jati. Bapak dua anak ini mengemukakan alasannya menggunakan godong jati sebagai pembungkus masakan karena dilatarbelakangi tiga hal.

"Kita semua tahu kalau godong jati kan alami ya. Kemudian kita ingin juga menjaga lingkungan agar tidak tercemar. Kalau pakai godong jati kan, jika dibuang bisa hancur sendiri, lain halnya kalau pakai kertas plastik. Terus serat yang ada di daun jati diyakini ada kandungan zat yang bisa membuat masakan semakin lezat. Apalagi kalau kena nasi panas, aroma masakannya terasa," terang Joni Lim.

Aji Mahendra, salah satu pelanggan Warung Omah Godong, mengakui bahwa nasi godong jati itu memang punya kelebihan tersendiri. Aroma daun jati yang alami menambah nikmat nasi .

"Saya pernah merasakan nikmatnya daun jati ini waktu tugas di Nganjuk, tapi ternyata di Kediri juga sudah ada yang menjual nasi godong jati ini. Jadinya tidak perlu jauh-jauh lagi untuk merasakan sensasi nikmatnya Godong Jati ini," ujarnya. (uji)

 

Berita Terkait

Bangsaonline Video