Samtaku, Inovasi DLH Lamongan Dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi

Editor: Revol Afkar
Wartawan: Nur Qomar Hadi
Rabu, 06 Oktober 2021 12:11 WIB

Bupati Yuhronur saat paparan Inovasi Samtaku dalam kompetisi Kovablik Provinsi Jatim 2021.

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Sebagai upaya untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat bau sampah yang tidak terkelola dengan baik, Pemerintah Kabupaten Lamongan memunculkan inovasi ‘Samtaku’. Hal tersebut dipaparkan Yuhronur Efendi dalam Kompetisi Kovablik Provinsi Jatim tahun 2021, Rabu (6/10).

Samtaku, akronim dari Sampah Tanggung Jawabku, merupakan inovasi pengelolaan sampah pertama di Indonesia yang mempunyai skema kemitraan dengan menggunakan teknologi berstandar internasional (Verra). Inovasi pengelolaan sampah secara terintegrasi ini diharapkan dapat menjawab permasalahan sampah di Lamongan.

“Samtaku ini adalah inovasi yang luar biasa. Inovasi ini dapat dijadikan model pengelolaan sampah masa depan. Dari sisi manfaat samtaku, sampah yang masuk pada TPA Tambakrigadung awalnya 50-60 ton/hari menjadi 6-10 ton/hari (hanya residu), penanganan sampah mencapai 77,5 persen (180,2 ton/hari) meningkat dari 45,5 persen (154,7 ton/hari), diikuti dengan pengurangan sampah dari 8,9 persen menjadi 22,5 persen, aksesibilitas ke lokasi pengelolaan sampah lebih dekat, nilai IKM pengelolaan juga naik dari 70,5 persen menjadi 82,05 persen, nilai ekonominya pun juga naik dan masih banyak manfaat lain,” papar Yuhronur.

Selain itu, banyak manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dari berdirinya samtaku. Sampah yang mulanya tidak memiliki nilai guna saat ini sudah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Hasil yang diperoleh dari samtaku berupa botol, papan, kaos, hingga pupuk kompos dengan produksi 100 ton/tahun yang sementara masih diberikan secara gratis kepada masyarakat.

Simak berita selengkapnya ...

1 2

 

Berita Terkait

Bangsaonline Video