Biaya Membengkak, BHS Nilai Anggaran Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tidak Rasional

Editor: Rohman
Wartawan: Mustain
Jumat, 15 Oktober 2021 20:40 WIB

Anggota Dewan Pakar DPP Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS). Foto: Dok. Pribadi BHS

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Anggota Dewan Pakar DPP Partai (), menilai anggaran proyek tidak rasional. Sebab, anggaran tersebut mengalami pembengkakan sebesar USD 2 miliar dari USD 6,07 miliar, menjadi USD 8 miliar atau setara dengan Rp114 triliun.

"Ini merupakan pembengkakan biaya fantastis, karena nilai penawaran awal dari China sebesar USD 5,55 miliar. Bila jumlah total biaya 8 miliar USD, maka terjadi kenaikan sekitar 2,5 miliar USD atau terjadi kenaikan 40 persen lebih," ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima BANGSAONLINE.com, Jumat (15/10).

Seharusnya, kata , pembengkakan biaya ini tidak dibebankan kepada APBN, sesuai perjanjian awal dengan China pada saat pelelangan. Ia pun meminta kepada pihak terkait untuk memeriksa kembali anggaran , itu.

"Maka BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) diharapkan mengaudit anggaran kereta cepat tersebut," tuturnya.

memaparkan, pembengkakan biaya yang begitu banyak, senilai USD 2 miliar, akan sangat membebani masyarakat, karena investasinya sebagian besar menggunakan uang rakyat, yakni dana APBN.

Menurut dia, masyarakat juga bakal kesulitan untuk mendapatkan tarif murah bila menggunakan . Tentu, transportasi ini akan menjadi tidak ekonomis yang akhirnya tidak diminati oleh masyarakat.

"Dengan biaya pembangunan sebesar Rp114 triliun ini, pemerintah mempunyai target bisa menumbuhkan ekonomi yang besar dan menampung banyak jumlah tenaga kerja. Tetapi seharusnya pemerintah bisa melakukan investasi dengan skala prioritas pembangunan yang lebih efektif dan efisien, guna menumbuhkan ekonomi dan menampung tenaga kerja yang jauh lebih besar," paparnya.

Simak berita selengkapnya ...

1 2

 

Berita Terkait

Bangsaonline Video