Gandeng SRC, Pemkot Surabaya Luncurkan Program Sinau Kelontong

Editor: Rohman
Wartawan: Yudi Arianto
Selasa, 19 Oktober 2021 19:24 WIB

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi (kiri), bersama Direktur Sampoerna Retail Community Indonesia Sembilan (SRCIS), Rima Tanago, saat peluncuran Sinau Kelontong Surabaya.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggandeng Sampoerna Retail Community (SRC) meluncurkan program Sinau Kelontong Surabaya. Program ini merupakan kolaborasi yang bakal menjadi momentum kebangkitan , sekaligus kenaikan kelas dari tradisional menuju toko modern dan digital. 

SRC merupakan masa kini yang tergabung dalam program kemitraan PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS). Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, berterima kasih kepada Direktur PT SRCIS, Rima Tanago, beserta jajarannya yang telah bersedia berkolaborasi mengembangkan di Kota Surabaya.

“Jadi, InsyaAllah semua di Surabaya akan diajarkan dalam melakukan peningkatan penjualannya. Kita berkolaborasi dengan PT SRCIS melakukan pendampingan , karena bagaimana pun kemajuan teknologi ini sangat berpengaruh betul pada penjualan," ujarnya, Selasa (19/10).

Eri menyadari bahwa yang punya kewajiban untuk menjalankan roda ekonomi melalui adalah . Meski begitu, ia juga sadar bahwa pihaknya tidak bisa berjalan sendirian karena ada keterbatasan, dengan hadirnya kolaborasi dan kerja sama tersebut, ia mengaku sangat bersyukur karena dapat meningkatkan kualitas semua di Kota Pahlawan.

Menurut dia,  akan lebih hebat lagi dari sekarang jika nanti sudah diedukasi dan ditata rapi. Nantinya, Eri berharap di wilayahnya bisa menjadi tempat yang nyaman bagi warga Kota Surabaya dalam berbelanja. 

“Mulai sekarang, njenengan (Anda) harus menyiapkan perubahan itu,” tuturnya.

Apalagi, lanjut Eri, ke depan mulai dari wali kota hingga seluruh staf di harus berbelanja kebutuhan sehari-hari di . Ia memaparkan, kini memiliki sekitar 15.000 ASN, kalau setiap ASN dalam sebulan belanja rata-rata Rp2 juta, maka diperkirakan ada sekitar Rp30 miliar uang yang akan berputar di Surabaya dalam setiap bulannya.

“Kenapa saya wajibkan semua ASN belanja di ? Karena gaji kita dapat dari njenengan yang bayar pajak dan lain-lain. Makanya, uang warga Surabaya itu harus bergerak di Kota Surabaya dan harus bermanfaat kembali kepada warga Kota Surabaya. Selain itu, ini juga untuk memberikan contoh kepada warga dalam menggerakkan UMKM di Surabaya,” paparnya.

Simak berita selengkapnya ...

1 2

 

Berita Terkait

Bangsaonline Video