Percepat Aksesibilitas Pulau-Pulau di Madura, Gubernur Resmikan Pelabuhan Penyeberangan Jangkar

Editor: Tim
Senin, 20 Desember 2021 17:15 WIB

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menaiki kapal yang sedang bersandar saat meninjau Pelabuhan Penyeberangan Jangkar, Situbondo.

SITUBONDO, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur, , meresmikan Pengoperasian Dermaga Movable Bridge (MB) II , Situbondo, Minggu (19/12).

Keberadaan dermaga ini sangat strategis dalam mempecepat aksesibilitas dan konektivitas pulau-pulau yang ada di Madura dan Indonesia Timur. Selain itu, juga untuk memperlancar mobilisasi dan distribusi kebutuhan bahan pokok, sekaligus mendukung pembangunan daerah dan penurunan biaya logistik barang dan jasa.

"Secara prinsip, Pelabuhan Jangkar ini dapat memperlancar mobilisasi dan distribusi kebutuhan bahan pokok, kendaraan maupun orang, serta memperlancar akses di Pulau Pulau Madura seperti Raas, Sapudi, Kalianget, dan Kangean," ungkap Khofifah,

Peresmian ditandai dengan penekanan sirine, penandatanganan prasasti, dan pengguntingan untaian melati oleh Gubernur Khofifah didampingi Bupati Situbondo Karna Suswandi, dan Kepala Dinas Perhubungan Jatim Nyono.

Sebagai informasi, sendiri merupakan pelabuhan yang strategis dan memiliki berbagai potensi untuk dikembangkan sebagai pelabuhan regional, bahkan nasional yang mampu menjangkau daerah-daerah kepulauan Madura, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, bahkan Nusa Tenggara Timur. Perairan di pelabuhan ini cukup dalam serta memiliki lokasi strategis dan aman terhadap gelombang.

Gubernur Khofifah mengatakan dengan beroperasinya Dermaga MB II ini mampu mendukung peningkatan kinerja dan pelayanan angkutan penyeberangan baik manusia maupun barang dan jasa, sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jatim, utamanya di wilayah kepulauan Madura.

Khofifah berharap dengan beroperasinya pelabuhan ini akan mendukung produktivitas masyarakat baik sektor perekonomian, aktivitas sosial, pendidikan, hingga keamanan, ketertiban masyarakat (kambtibmas).

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu memaparkan bahwa Situbondo ini mulai dikembangkan sejak Tahun 2017 dan mulai dilakukan minimal operasional pada tahun 2020 yang digunakan oleh tiga kapal, yakni Munggiyango Hulalo melayani rute dari Pelabuhan Jangkar ke Pulau Kangean - Kalianget, Pulau Sapudi - Kalianget, dan Pulau Raas - Kalianget. Pelabuhan ini didesain dengan kapasitas MB 80 Ton dan dapat melayani sandar kapal hingga kapasitas 5.000 gross ton (GT).

"Pengembangan kelancaran pelabuhan ini dilakukan untuk menunjang operasional penyeberangan ke Indonesia Timur melalui program pelayaran jarak jauh/long distance ferry (LDF) dari Jangkar - Nusa Tenggara Timur PP yang direncanakan bekerja sama dengan PT. ASDP Indonesia Ferry," jelasnya.

Simak berita selengkapnya ...

1 2

 

Berita Terkait

Bangsaonline Video