Mengapa Komunis Anti Tuhan? Agar Xi Jinping Tak Punya Saingan

Editor: Tim
Selasa, 28 Desember 2021 06:36 WIB

Ahmad Daryoko. Foto: WhatsApp

“Di antaranya saya tanya, mengapa anda koar-koar padahal RRC saat ini sudah berubah menjadi kapitalis?,” tanya Ahmad Daryoko pada GM Kontraktor China itu.

Apa jawabanya? “Yang bersangkutan malah menertawakan saya bahwa saya telah tertipu. Dia bilang RRC itu sampai sekarang tetap menggunakan sistem (Partai Komunis China) untuk meng-grip atau menggiring rakyat secara politis, tapi di bidang ekonomi RRC menerapkan sistem kapitalis yg dipimpin Negara (State Capitalism),” tutur Daryoko.

Ahmad Daryoko kemudian bertanya mengapa Komunis itu anti Tuhan (Atheis)?

“Dia jawab agar (Presiden China) sebagai Presiden juga sekaligus merangkap Tuhan-nya rakyat China tidak punya saingan. Kalau mengakui Tuhan selain Jinping nanti akan repot dan kepemimpinan Jiping bisa tidak efektif. Dan rakyat susah diatur, sehingga RRC susah bangkit, argumentasinya,” katanya.

Menurut Daryoko, Mr Yang itu juga bercerita bahwa saat sebelum berangkat ke Indonesia, dia beserta anak buah dan seluruh kuli-kulinya didoktrin ajaran habis-habisan, disamping digembleng fisik agar prima.

“Saat kutanya bahwa TKA yang dibawa masuk ke Indonesia adalah Tentara Merah, serta merta dia menolak,” tutur Daryoko sembari mengatakan bahwa sampai sekarang ia meyakini bahwa TKA itu adalah Tentara Merah.

“Karena fisik yang atletis seperti militer dan intelektual di atas rata-rata tenaga kasar di Indonesia,” kata Ahmad Daryoko dalam tulisannya berjudul KGB (KOMUNIS GAYA BARU) INTERNASIONAL yang kini beredar di media sosial.

Karena itu Ahmad Daryoko  tak percaya dengan analisis Prof Dr Salim Said. “Kalau Prof Salim Said dalam ILC (Indonesia Lawyer Club) mengatakan bahwa Partai Komunis China sudah bubar, mungkin perlu penelitian lebih lanjut,” kata Ahmad Daryoko. (tim)

 

Berita Terkait

Bangsaonline Video