Dorong Petani Mandiri, EMCL Adakan Program Sekolah Lapang Pertanian

Editor: Yudi Arianto
Kamis, 30 Desember 2021 18:51 WIB

Sekolah Lapangan Pertanian, program yang digelar oleh EMCL di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.

Program ini telah menghadirkan manfaat nyata bagi para petani. Lasmidi salah satunya. Dia tidak hanya mampu mengurangi penggunaan pupuk kimia secara signifikan, para pembeli berasnya juga menyampaikan bahwa nasi yang dihasilkan dari beras tersebut jauh lebih enak, jika dibandingkan dengan beras sebelumnya saat masih menggunakan pupuk kimia.

"Program SLP ini merupakan wujud kontribusi perusahaan pada peningkatan kapasitas dan kesejahteraan petani," ujar Ichwan Arifin menambahkan.

Lasmidi (46), warga Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Kabupaten sangat bangga dengan capaiannya dalam pemakaian pupuk organik. Dia menyebut, sebelum mendapatkan pelatihan dia menggunakan 700 kg pupuk kimia untuk lahan seluas lima hektar saat bertanam padi. Namun saat ini dia cukup mengeluarkan 75 kilogram pupuk untuk luas lahan yang sama.

"Karena sebagian besar kebutuhan pupuk dipenuhi dari pupuk cair organik dan kompos. Kami mendapat ilmu pengetahuan yang luar biasa," ujarnya.

Perubahan pola ini merupakah salah satu buah Program Sekolah Lapangan Pertanian (SLP) yang diinisiasi EMCL bersama SKK Migas dan bermitra dengan lembaga swadaya masyarakat bernama Yayasan Daun Bendera Nusantara (Field Indonesia). (adv)

 

Berita Terkait

Bangsaonline Video