Wali Kota Anti Celana Melorot, Inilah Tangga Karir Politik Sang Polisi

Editor: mma
Senin, 03 Januari 2022 10:21 WIB

Dahlan Iskan

Di Indonesia memberantas beginian gampang. Bilang saja pada mereka: anti NKRI!

Di Amerika sudah banyak institusi yang melarang sagging. Misalnya sekolah. Tapi setiap kali akan diformalkan sebagai UU selalu gagal.

"Sagging terlalu sepele untuk dijadikan isu politik negara," ujar yang menentang.

Presiden yang pernah menyisihkan waktu untuk membahas sagging adalah Barack Obama. "Tidak perlu ada peraturan untuk melarang sagging," kata Obama. "Itu cukup tugas seorang kakak untuk membetulkan celana melorot adiknya," ujar Obama setengah berkelakar.

Barangkali kita akan bisa melihat kelak. Seberapa banyak oposisi terhadap Adams. Setidaknya dari naik atau turunnya sagger di New York.

Di kemeriahan pesta tahun baru itu, di Time Square itu, Adams membawa sedikit renungan: pentingnya sang ibu. Ketika mengucapkan sumpah di kebisingan pesta itu, tangan kiri Adams diletakkan di atas Bible. Tangan kanannya mengacungkan pigura foto tinggi-tinggi: ada foto ibunya, Si Tukang Sapu, di pigura itu. ()

Anda bisa menanggapi tulisan dengan berkomentar http://disway.id/. Setiap hari akan memilih langsung komentar terbaik untuk ditampilkan di Disway.

Komentar Pilihan di Tulisan Berjudul Sawo Tegalsari

Aji Muhammad Yusuf

#Goreng Disway Edisi 02/1/22. Pak melaporkan baru berjalan-jalan, dan memancing pembaca Disway dengan beberapa kata kunci : 1. Selamat Natal padahal di panggil Abah. 2. Kedekatan dengan pendeta yang tadi saya lupa nama Nya. Karena sudah kebiasaan lupa nama orang baru. 3. Berkunjung di Rumah Pak Anis dengan konsep joglo. Plus di sebutkan Mangement Nya sampai saya pusing. 4. Habib Husain dari malang. Yang pidato Nya dal dul, nada Nya tegas, dan berwibawa. Cukup mirip Dady Corbuzer yang teriak-teriak di Channel YT. Sama tegas Nya. 5. Gus Miftah yang nama Nya fenomenal. Karena jadi penyusup seperti Gus Miek. Membuat orang-orang tobat. Saya pernah sarkem Gus. Tanya saja ke penjaga di depan tugu itu. Mohon doa nya supaya tidak kesana lagi (haha). 6. Pangeran Diponegoro yang terkenal dengan hidzib suryani. Ini soal hidzib saya spekulasi. Belum tak tanyakan ke pangeran Diponegoro Nya langsung. 7. Sindiran Pak Anis soal Garuda di rumahku. Padahal lagu versi asli Nya Garuda Di Dadaku. Mungkin Pak Anis setelah pensiun bisa mebuat lagu versi sendiri. #Sekian repot hari ini. Ijin undur diri di pagi hari.

eko darwiyanto

Tidak cukup joglo untuk bukti keluhuran dan keagungan budaya Jawa sudah mengalir dalam diri. Tubuhnya perlu aliran darah Ken Dedes + Fatimah binti Rosululloh saaw. Untuk menebar keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Wa lLoohu a'lam.

Mirza Mirwan

Saya pernah lewat di depan joglo istimewa itu saat masih berdiri, di pertengahan 1978. Kedatangan saya ke Desa Tegalsari (+/- 10 km di selatan Ponorogo) sebenarnya bukan untuk melihat joglo itu, melainkan berkunjung ke rumah teman. Tetapi yg saya ingat, memang banyak rumah joglo di desa itu, termasuk rumah orangtua teman saya. Hanya saja joglo yg diceritakan Pak DI di atas memang paling besar dan tinggi. Orang setempat, termasuk orangtua teman saya menyebutnya Dalem Ki Ageng Hasan Basari. Beberapa bulan setelahnya di museum Radya Pustaka saya menemukan buku "Babad Perdikan Tegalsari" yang ditulis dengan hurup Jawa. Dari buku itulah saya tahu sejarah kudeta terhadap Sunan Pakubuwana II dari Kartasura oleh Raden Mas Garendi (Sunan Kuning) yang berdarah Tionghoa, dibantu laskar Tionghoa pimpinan Kapiten Sepanjang. Sunan Pakubuwana II melarikan diri ke Magetan, terus ke Selatan dan akhirnya berlindung di Pesantren Gebang Tinatar asuhan Ki Ageng Kasan Besari (Hasan Basari) di Tegalsari, Ponorogo. Cerita selanjutnya kurang lebih seperti ditulis Pak DI. Tentang pohon sawo kecik. Konon itu hanya untuk melambangkan hal-ihwal dari sawo kecik : buahnya manis, dengan sering memakannya bisa menghilangkan bau keringat; kayunya bisa dijadikan bahan ukiran; saat masih berupa pohon bisa menjadi peneduh, dsb. Pendek kata, segala hal dari sawo kecik itu "sarwo becik", serba baik. Apakah itu hanya "othak-athik gathuk"? Hanya Allah yang lebih tahu. Selain Diponegoro, pujangga Keraton Surakarta Ranggawarsita juga alumni Pesantren Gebang Tinatar. Ada beberapa tokoh sejarah lainnnya, tetapi saya lupa. Maklum, saya membacanya sudah lewat 40 tahun yang lalu.

Darko

Saya telah membaca tulisan Pak DIS berkali kali, Alhamdullilah achirnya Pak Dis menulis juga dukuh Kebondalem Tegalarum Magetan, ...biasanya Pak Dis selalu menulis Takeran melulu....Salam sehat Pak Dis .

rid kc

Tulisan luar biasa. Sejarah joglo Tegalsari dan asal muasal munculnya istilah mondok. Ternyata itu diawali dari Pakubuwono II yang mengirimkan putra putrinya untuk belajar agama dan ilmu kanuragan ke kyai Kasan Besari. Menurut sejarah istilah pondok pesantren dan mondok ini berawal dari Sunan Ampel yang diberi tanah perdikan oleh Raja Brawijaya V di Ampeldenta. Sunan Ampel akhirnya mendirikan surau/asrama untuk tempat tinggal para santri yang mengaji di situ. Dari sinilah muncul istilah pondok pesantren. Kalau merunut sejarahnya Sunan Ampel lebih tua daripada Kyai Kasan Besari. Sunan Ampel hidup ketika raja Brawijaya V masih hidup sekitar tahun 1200-an sementara Kyai Kasan Besari hidup semasa tahun 1700-an. Jadi istilah mondok dan pondok pesantren muncul sejak Sunan Ampel bukan sejak Pakubuwono II memondokkan anaknya ke Tegalsari.

Mbah Mars

Di depan halaman masjid-masjid tua juga ditanam pohon sawo kecik. Contohnya masjid Keraton Yogyakarta yg berada di barat Alun-alun. Juga masjid yang ada di Kotagede Yogya. Konon, itu bermula dari kebiasaan imam masjid yang selalu menata, merapatkan dan meluruskan barisan jamaah sholat (shof) sebelum sholat berjamaah dimulai. Imam akan memberi komando, "Sawwu...sawwu...sawwu shufuufakum fis sholaat..." (Luruskan...luruskan...luruskan barisanmu di dalam sholat) Saking seringnya kata sawwu disebut, maka Takmir masjid kemudian berinisiatif menanam pohon sawo kecik. Jadi, pohon sawo kecik di sini digunakan sebagai penanda atau simbul ritual. Sekaligus simbol kekokohan barisan alias jamaah umat.

www.rahmahuda.com

Ini tulisan terbaik yang saya baca di tahun 2022. Narasinya mengalir. Kaya pengetahuan. Melahirkan kekaguman. Sedikit menambahkan, pak. Kata simbah saya di Bantul, Yogyakarta, Sawo merupakan istilah dari singkatan Sami'na Wa Atho'na. Simbah saya juga punya Joglo turun temurun yang saat ini dijadikan "cagar budaya" sebagai cikal bakal Kabupaten Bantul. Disini juga ada pohon sawonya. Mungkin dulu maksudnya, "Sami'na Wa Atho'na, nderek Pangeran Diponegoro." Terima kasih.

Ahmad Zuhri

mmg kadang susah memahami bahasa tulisan, kadang perlu membacanya lebih dari sekali baru bisa paham maksudnya.. Kl yg saya tangkap, itu maksudnya karena padatnya jadwal Abah, jadi Abah blm bisa pastikan kira2 bisa ke sana ga.. setelah fix bisa baru wa, jadi tidak asal janji aja karena blm tentu bisa menepati, etika nya kl mau ketemu sama2 orang sibuk ya seperti itu.. Ternyata anda menangkap maksudnya lain, ya udah lah.. monggo, tidak ada yg melarang kok..

Sri Wasono Widodo

Gus Miftah adalah keturunan ke 9 Hasan Besari, senasab dengan isteri Habib Luthfi

Kirarah Ladyesi

Salut jg dg mbah mars yg tekun merekap komen2 disway. Sempat heran jg sbnr nya.. bgm mbah mars bisa meluangkan waktu utk merekap komen2 tsb?

Aida Saja

Beberapa waktu lalu di Podcast DI (Nopember 21) terlihat jelas bahwa Anies menjanjikan peresmian lapangan bola pada pertengahan Desember 2021. Bahkan berjanji mendatangkan tim top Eropa. Tapi waktu sudah lewat. Tak ada apapun yang diresmikan. Piye jal?! Janjinya begitu ringan dan renyah. banyak salah dalam menjagokan orang dalam pilpres hingga pilkada, terakhir mendukung bahkan merekomendasikan mantan polisi untuk maju Pilkada Surabaya. Hasilnya? Ancur! Kalah sama "Penerus Bu Risma". Untuk urusan ini Dahlan kurang jeli. Termasuk memilih tamu pertama yang diundang di kantor Disway tempo hari. Orang yang dibanggakan itu ternyata bermasalah dengan hukum.

Parikesit

" Saya tidak bikin janji, saya hanya memberi tahu". Leres, Bah. Dan....., as you know, itu adalah kalimat dengan bumbu "ilmu mantiq" yang berkelas.

Mr. De

Kena prank beberapa kali. Kirain sdh mau selesai, eh ada lanjutannya. Mau selesai, eh ada lanjutan lagi. Tulisan berirama. Antara maksa sama komitmen, beda tipis hehe..salut sama abah.

Udin Salemo

Dalam novel Dasamuka ada juga Kyai Kasan. Dibahas khusus dalam Bab 4 novel itu. Tapi novel ini settingnya Yogyakarta. Di kampung saya ada juga Buya Hasan. Juga Hasan juragan huller padi. Rupanya nama Hasan sudah masyhur sejak jaman nabi. Barokahlah yang punya nama Hasan. Komentar #285

Robban Batang

Siapa bilang burung berkicau itu sedang bernyanyi. Bisakah kau bedakan senandung atau rintihannya. Yang di pohon boleh jadi bernyanyi. Yang di sangkar bisa saja sedang menangis.

Giras

Nguleg sambel sambil asyik baca disway hari ini dikomplen istri, 'lama kali ngulegnya mas, rak wis wis' . ' Sik sebentar lagi, biar lembut & mudah dicerna' jawabku ngeles.

SAPRI Bae

ditarik pake rel ongkak om. ada pelicin di kayunya, kini pake sabun ongkak, entah kalo dulu pakai dedaunan mungkin.

Aryo Mbediun

Kisah Tegalsari berlanjut. Al kisah ada rumah joglo ber-blandar 11 meter. Ayoo dikupas dari sisi metalurgi biar tambah cerdas Indonesia. 1. Pohonnya seberapa besar dan tinggi, pastilah besar dan tinggi. Tanya, nebangnya pake apa..? Kisah itu kira2 di sekitar tahun 1800, chainsaw blm ada. Gergaji mesin blm ditemukan wong internal combustion engine wae blm didesain. 2. Pohon jati tegak diameter 2m saat ditebang, kudu di-deres dulu. Dikapak melingkar 1m dari akar sedalam telapak kaki. Biar pohon mati kering. Kira2 butuh 2 tahun. Pohon jati itu mestinya tidak di tengah aloon2, pastilah di tengah hutan yg lebat. Mrono'ne sing nebangnya kuwi lho numpak opo...? 3. Setelah ditebang batang itu dipotong 15 m lurus utuh. Memotongnya okey dech pake kapak. Nggak mungkin pake pedang apalagi silet. Trus membawsnya pulang..?! Dibawa ke sungai, bro ini cuma sebatang 15m. Nggak mungkin tho doi jalan sendiri. Karena forklift nggak ada ya mereka pake linggis. Linggisnya pasti kiriman king Napoleon. Luwar biyasah yaa. 4. Batang 15m terkirim lewat sungai, it's Okey. Lha biar jadi batang blandar ukuran 8cm x 16 cm x 11m...?? Kudu di gergaji khan. Karena empu se Jawa hanya bisa buat keris dan mata tombak, maka gergaji kudu di buat secara khusus. Karena Krakatau Steel belum berdiri, maka pastilah orang2 mendatangkan dari India yg waktu itu diperintah Inggris. Sampai sini kekaguman saya membuncah, wouw keren banget ya nenek moyang kita itu. Joglo itu produk luar biasa dari metalurgi Indonesia. Dah githu aja. Garing sring ide di kepala saya, joglo dari sudut pandang metalurgi mestinya keren. Tapi panggah keren nehh sing menulis Joglo Tegalsari. Panjenengan jempol tenan Gus Dahlan. Bajinguk komen sak mit wae nyang uthek kramm.

Sea Lead

Inyong pamit disit lah,,, kanca2ne wis padha ngajak RUPS LB (Rapat Umum Sapi Lanang Bandhot),,,, sapine padha kurang sehat kayane,,,, Yo Aryo, Sapri, Aji,, titip lapake inyong kiye,,,

Johan

Jiwa nyinyir ini kembali bergelora. Joglo yang satu ini, bangunan yang kaya sejarah, sekaligus salah satu warisan budaya Jawa yang adiluhung. Sangat layak sebenarnya jadi bangunan cagar budaya di Tegalsari. Bangunan tersebut memang seharusnya di restorasi, tapi tentunya pada lokasi dimana bangunan tersebut berasal, bukan di restorasi jadi bangunan lantai dua Anies Baswedan di Jakarta. Danang itu budayawan? Lebih tepatnya kontraktor bangunan.

santacruz

Mas Danang memang berbakat seni, rumah kecil sy dibangun oleh Beliau

Harman Rahman

Ralat Abah, Anies Baswedan lulus Sarjana S1 dari Fakultas Ekonomi (FE) sekarang Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, bukan Fakultas ISIPOL UGM. Kedua, bertanya usia topeng koleksi Reno 1000 tahun sebelum masehi? Berarti itu sebelum lama sekali ya? Lebih lama dari usia Firaun Mesir Kuno yang hadir sekitar 500 tahun sebelum masehi. Usia joglo rumah Anies Baswedan 500 tahun? 500 kebelakang berarti tahun 1500an? Tapi era saja disebutkan Pakubuwono 1700an, selisih 200 tahun. Salam dari lembah Bulaksumur UGM.

Cak Barbar

Kalau artikel ini rasanya saya baca artikel abah tiga topik dalam satu waktu...sangat menarik bah. Tapi mgkin pas menulis ini, ketika ibu ngajak ngobrol, abah jawabnya hanya hmmm...hmmm aja..hehe

Gus Med

Assemm!! Kopiku ampe dingin, selain panjang, juga menarik hingga lupa dengan sruputan kopi

Robban Batang

Kenthongan harusnya bunyinya thong thong thong. Thing thing thing itu kenthingan . Atau suara sendok yang dipukulkan ke mangkuk bakso. #komen seorang yang belum sarapan

Aryo Mbediun

Kisah masjid Tegalsari berlanjut. Jadi saat sinuwun jumeneng di Tegalsari u mengungsi, setiap adzan magrib di bulan Ramadhan ditandai dengan duarr suara meriam 2x, pertanda waktu u berbuka puasa. Tahun berikutnya juga begitu. Saat panjenengane dah Jumeneng kembali di Mataram, meriam beserta amunisinya dibawa kembali ke ibukota. Lha blain khan u urusan dar der dor saat buka puasa. Kyai Tegalsari akhirnya memutuskan membuat miniatur meriam tersebut. Dari sebatang kayu jati dilubangi, persis miriplah seperti meriam. Karena tidak ada amunisi, akhirnya penyulut meriam dipakai, sebagai pemukul. Agar suaranya keras, miniatur meriam itu digantung. Dan jadilah kentongan. Thing thing thing thing gleerr menjadi pertanda buka puasa di Tegalsari dan masjid2 di sekitarnya mengikutinya. Dan jadi tradisi. Kisah tersebut tidak ada di buku babad Ponorogo. Kisah tersebut hanya karangan saya saja. Terima kasih. Peace, hug and love.

Sawoo kecik mBah Mars, sawoo'ne manilo. Rambut brinthik mBah Mars, anak'e morotuwo. Sawoo kecik sawo'ne dursono Si rambut brinthik saiki wes dadi garwo

Mbah Mars

Garwo: sigaraning nyowo. Ini kalau manten baru. Kalau manten lawah ganti sebutan menjadi "Simah" (Isining omah). Lha kalau manten lawas banget menggunakan kata "Kanca wingking".

Sea Lead

Ummi,, berapa ukuran kutangmu?? boleh inyong pinjem buat masker???

 

Berita Terkait

Bangsaonline Video