Dalam tesis saya di Pascasarjana Unair, saya sempat pengutip pernyataan Yahya Staquf yang dimuat Harian Surya (19/07/2003) terkait Pilgub Jatim. Yahya mengeritik Gus Dur. Menurut dia, kekalahan calon Gubernur Jatim dari PKB, yaitu Abdul Kahfi, karena Gus Dur tidak melibatkan pengurus PKB secara organisatori dalam mengambil keputusan. Dan masih banyak pernyataan-pernyataan Gus Yahya yang mengeritik Gus Dur.
Sebaliknya, Khofifah justru sangat tawaddlu pada Gus Dur. Tak aneh, jika Gus Dur kemudian menjadikan Khofifah sebagai anak emas.

Menurut Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A., Gus Dur pernah menyatakan bahwa Khofifah adalah menteri serba bisa. Saat menjabat Prersiden RI, Gus Dur memang mengangkat Khofifah sebagai menteri negara pemberdayaan perempuan dan ketua BKKBN.










