KEDIRI (BANGSAONLINE.com) – Guna menumbuhkan perekonomian diwilayah selatan Jawa Timur, khususnya karesidenan Kediri, segala upaya dilakukan kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri. Salah satunya menggelar dialog dengan peserta beberapa pemangku wilayah se-eks Karesidenan Kediri dan Madiun dengan narasumber dari kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat, Perhutani Jawa Timur serta Kementerian Kehutanan.
Kepala BI Kediri Djoko Raharto mengatakan, dialog ini sengaja digelar untuk mengetahui beberapa kendala yang dihadapi dalam pembukaan akses di jalur lintas selatan (JLS). Sebab, sebagian besar, kawasan yang akan dibangun JLS merupakan kawasan hutan.
“Selama ini, kami dalam beberapa dialog dalam forum discussion group bersama pemda, selalu terkendala pembebesan lahan milik perhutani. Makanya, kami adakan dialog ini,” ujarnya, Selasa (14/4).
Hasilnya, kata Djoko, dialog sungguh luar biasa, ternyata beberapa wilayah seperti Trenggalek, Pacitan sudah memulai pengerjaan dibeberapa kawasan. Sementara Tulungagung, saat ini masih proses. “Dari dialog ini, ternyata selama ini kendala hanya kurangnya komunikasi, makanya kami fasilitasi mereka dengan dialog ini,” ujarnya.
Pembangunan infrastruktur darat di JLS ini menurutnya sangat penting, terutama menumbuhkan perekonomian diwilayah selatan Jawa Timur.
“Berdasarkan pantauan tim kami, wilayah pesisir selatan jawa timur ini, masih banyak sekali potensi yang perlu digali. Mulai dari sector perikanan, pertanian hingga pariwisata. Makanya, untuk mendukung itu semua, perlu adanya kemudahan akses jalan,” ujarnya.
Salah satu peserta dialog dari Trenggalek mengaku, adanya beberapa kawasan yang sudah dimulai pembangunan JLS, sudah terlihat gelagat pertumbuhan ekonomi. “Disekitar lokasi yang sudah kami selesaikan, perekonomian sudah mulai meningkat, masyarakat mulai terbantu terutama dalam akses jalan,” ujarnya.
Sementara itu, menurut Kepala Pengembangan Infrastuktur Wilayah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Hermanto Dadak, meski sempat mengalami kendala dalam proses pembebasan lahan oleh pihak perhutani namun sejauh ini pembangunan infrastruktur diwilayah selatan jawa timur sudah mencapai 20 persen.
“Dari panjang sekitar 600 kilometer dimulai dari Banyuwangi hingga Pacitan, beberapa daerah sudah mulai pengerjaan,” kata Hermanto Dadak saat dialog ekonomi yang digelar Bank Indonesia
Menurut Hermanto guna mempercepat pembukaan akses JLS ini pihaknya berharap peran aktif dari masing-masing pemda untuk selalu komunikasi dengan pemerintah pusat.
“Harapan kami, dengan adanya pembukaan akses jalur lintas selatan ini dan disebelah utara ada tol solo – mojokerto diharapkan kedepan wilayah Kediri juga melakukan pelebaran jalan,” tambah Hermanto
Untuk diketahui, guna mengetahui segala kelemahan dalam membuka akses perekonomian diwilayah selatan Jawa Timur ini, BI Kediri menggelar dialog dengan menghadirkan tiga narasumber yang saling berkaitan yakni dari Kemetrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Perum Perhutani Jawa Timur.



