Upaya Bank Indonesia Kediri Buka Akses Ekonomi di Selatan Jatim, Siapkan Pembangunan 3 Waduk Besar

KEDIRI (BANGSAONLINE.com) - Guna menunjang pembukaan akses jalur lintas selatan (JLS) dan perlancar perekonomian di wilayah selatan Jawa Timur, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat kini tengah membangun tiga waduk besar di Jawa Timur, khususnya diwilayah selatan.

Tiga waduk besar di Jawa Timur itu yakni, Waduk Bendo di Ponorogo, Waduk Tukul di Pacitan, dan Waduk Tugu di Trenggalek. Menurut kepala pengembangan infrastuktur wilayah kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat Hermanto Dadak saat ditemui usai mengisi acara dialog yang digelar Bank Indonesia Kediri, sejauh ini proses pembangunan tiga waduk besar di Jawa Timur sudah dimulai. “Saat ini sudah berlangsung pembangunannya,” terangnya, Selasa (14/4).

Untuk anggaran yang digunakan dalam pembangunan waduk ini, kata pria asal Trenggalek ini diambilkan dari APBN dengan nilai, setiap waduk sekitar 600 milyar yang dibangun dengan sistem multiyears. “Ya berkisar Rp 600 milyar dengan proses pembangunan secara bertahap,” ujarnya.

Selain pembangunan waduk, pihak kementerian PU juga akan melakukan penetapan jalan Trenggalek-Ponorogo-Madiun-Blora-Rembang sebagai jalan nasional.

Masih kata Hermanto, selain tahun ini dimulai proses pembangunan tiga waduk besar itu, saat ini juga dalam proses perijinan untuk pembangunan waduk Semantok di wilayah Nganjuk, dengan luas lahan yang disiapkan seluas 500 hektar.

Sementara itu, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup yang dalam kesempatan kali ini dihadiri Endi Sugandi selaku Kepala Sub Direktorat Penggunaan Kawasan Hutan juga menegaskan bahwa proses pembangunan waduk dan embung pada prinsipnya lebih mudah, diantaranya tidak perlu melakukan penggantian lahan namun harus melakukan penanaman pohon di sekitar lokasi. Selain itu, LSM lingkungan hidup juga memberikan dukungan untuk pembangunan waduk dan embung guna mendukung konservasi sumber daya air.

Dengan terjawabnya permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan JLS dan adanya komitmen kerja sama lintas sektor, maka narasumber mengingatkan agar izin dispensasi yang sudah jatuh waktu ataupun akan jatuh waktu segera dilakukan permohonan izin perpanjangan kepada Kementerian KLH.

Terpisah, Kepala BI Kediri Djoko Raharto usai dialog mengatakan, dengan adanya dialog ini, ternyata sudah tidak ada permasalahan lagi untuk pembukaan akses ekonomi di wilayah selatan Jawa Timur.

Selanjutnya, dalam waktu dekat, pihaknya akan mengajak beberapa investor untuk pembangunan kawasan industri diwilayah karesidenan Kediri. Hal itu dilakukan, mengingat dalam waktu dekat, di wilayah utara juga akan diresmikan tol Solo – Nganjuk – Mojokerto. “Untuk menunjang infrastruktur, kami juga akan memikirkan kawasan industri di area Karesidenan Kediri ini,” ujarnya.

Untuk diketahui, guna menunjang perekonomian diwilayah selatan Jawa Timur, pemerintah pusat kini tengah membangun infrastruktur dengan membuka akses jalan di jalur lintas selatan, yang dimulai dari Banyuwangi hingga Pacitan.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: