BOJONEGORO (BANGSAONLINE.com) - Nahas menimpa Parmi (65) warga Desa Pancur, Kecamatan Temayang, Bojonegoro. Sebab, demi sesuap nasi dan anaknya, ibu tua itu harus rela menyebrangi sungai yang meluap. Nahasnya, saat menyebrangi sungai ia terseret derasnya arus.
Korban hanyut di Sungai Pacal sejak kemarin sore sekitar pukul 15.00 WIB, saat itu korban hendak mengambil makanan dari anaknya Yatik (35), yang rumahnya di seberang sungai. Karena anaknya tidak bisa berenang, akhirnya berteriak memanggil ibunya. Tanpa pikir panjang, ibunya langsung menyebrangi sungai untuk mengambil makananan.
"Korban nekat menyebrangi sungai yang kondisinya meluap, karena tidak bisa berenang korban akhirnya tenggelam terbawa arus," terang Kapolsek Temayang, AKP Yasimbang, Jumat (17/4/2015).
Melihat ibunya terbawa arus, anaknya langsung terjun ke sungai berusaha untuk menolong. Namun karena keduanya sama-sama tidak bisa berenang, akhirnya keduanya terseret derasnya arus.
"Yatik (anaknya,red) berhasil ditolong warga, karena saat terbawa arus dia berteriak meminta tolong kemudian didengar warga. Sedangkan ibunya (Parmi,red) meninggal dunia," terangnya.
Mengetahui Parmi masih hilang, warga sekitar bersama petugas BPBD Bojonegoro langsung melakukan pencarian sejak tadi malam. Bahkan petugas memasang jaring di tengah sungai, untuk menghalang laju mayat. Akhirnya sekira pukul 09.00 WIB pagi tadi korban ditemukan dalam keadaan menyangkut dijaring yang dipasang petugas tim SAR.
"Saat ditemukan kondisi korban dalam keadaan telanjang. Tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan, korban murni meninggal dunia karena tenggelam," pungkasnya.




