Setelah lulus menjadi dokter yang diberi bantuan beasiswa itu diharuskan kembali ke Pamekasan, bekerja dan mengabdi di Bumi Gerbang Salam.
Sementara itu, salah satu orang tua calon mahasiswa yang mengikuti program beasiswa dari Pemkab Pamekasan, Saiful Hidayat, mengatakan bahwa program terobosan dalam bidang pendidikan ini sangat bagus dan tidak ada pemerintah daerah lain yang melakukannya.
Ia menilai, Bupati Pamekasan sangat jernih dalam melihat situasi. Seperti di rumah sakit yang ada di Kabupaten Pamekasan, hampir 50 persen merupakan dokter-dokter dari luar daerah, umumnya dari Surabaya atau Malang.
"Sehingga pada hari Sabtu atau Minggu dokter tidak ada. Kedua kendala ini yang harus dicarikan solusinya. Kuliah di fakultas kedokteran itu ada biaya, nah biaya ini cukup besar sehingga banyak orang yang begitu mau masuk sudah takut," kata Saiful yang juga berprofesi sebagai dokter.










